Banjir Lumpur Kembali Terjang Dusun Bitila, Warga Bulangita Panik Tengah Malam, Aktivitas PETI Kembali Disorot
Pohuwato, Gorontalo – Warga Dusun Bitila, Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, kembali diteror banjir lumpur yang menggenangi halaman hingga masuk ke dalam rumah warga. Peristiwa yang kembali terjadi ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir mengaku terus terdampak material lumpur yang diduga berasal dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga berinisial SS kepada media, Selasa (7/7/2026). Ia mengaku banjir lumpur kembali datang saat sebagian besar warga sedang beristirahat.
Bahkan, berdasarkan video yang diterima media, terlihat kepanikan SS bersama keluarganya ketika lumpur mulai memasuki rumah sekitar pukul 01.00 WITA. Dalam rekaman tersebut, material lumpur berwarna cokelat pekat mengalir ke halaman dan perlahan masuk ke dalam rumah, memaksa penghuni berupaya menyelamatkan barang-barang mereka.
Menurut SS, kejadian serupa bukan kali pertama dialami warga Dusun Bitila. warga selalu dihantui kekhawatiran banjir lumpur kembali datang menerjang permukiman.
"Kami sudah sangat resah. Hampir setiap hujan deras kami tidak bisa tidur nyenyak karena takut lumpur kembali masuk ke rumah," ungkapnya.
Sebelumnya, warga Dusun Bitila juga telah berulang kali mengeluhkan kondisi serupa. Mereka menduga banjir lumpur yang terus terjadi berkaitan dengan aktivitas PETI di kawasan Bulangita yang menyebabkan sedimentasi tinggi dan menurunnya daya tampung aliran sungai.
Akibatnya, saat hujan turun, material tanah dan lumpur dengan mudah terbawa arus hingga memasuki kawasan permukiman warga. Kondisi tersebut tidak hanya mengotori rumah dan pekarangan, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari serta menimbulkan kerugian material.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan tersebut. Selain normalisasi aliran sungai dan penanganan terhadap dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab meningkatnya sedimentasi di wilayah itu, warga juga berharap tanggul di Desa Bulangita segera diperbaiki.
Menurut warga, kondisi tanggul yang ada saat ini dinilai belum mampu menahan luapan lumpur ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu. Mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan dan penguatan tanggul agar aliran lumpur tidak lagi masuk ke kawasan permukiman.
"Kami berharap tanggul segera diperbaiki. Kalau tanggulnya kuat dan berfungsi dengan baik, lumpur tidak lagi masuk ke halaman bahkan ke dalam rumah warga setiap kali hujan turun," harap warga.
Warga menegaskan, mereka tidak ingin bencana lumpur terus berulang setiap musim hujan. Mereka mendambakan lingkungan yang aman dan terbebas dari ancaman banjir lumpur yang selama ini menjadi momok bagi masyarakat Dusun Bitila.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti banjir lumpur yang kembali melanda Dusun Bitila maupun langkah penanganan yang akan dilakukan. Media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut. (red/)


