Bakti Sosial Polsek Wonosari Tuai Apresiasi, Nikah Massal dan Sunatan Gratis Diusulkan Jadi Program Tahunan

Table of Contents

 


BOALEMO – Kegiatan bakti sosial berupa nikah massal dan sunatan massal gratis yang digelar Polsek Wonosari, Polres Boalemo, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga masyarakat menilai program tersebut sangat membantu warga dan layak dijadikan agenda rutin setiap tahun.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolsek Wonosari, Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Senin (6/7/2026), menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan pelayanan sosial.

Camat Wonosari, Said Nikmatul Amri, S.T., menyampaikan penghargaan kepada jajaran Polsek Wonosari atas inisiatif menghadirkan program yang dinilai memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Polsek Wonosari yang telah melaksanakan bakti sosial ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi program rutin setiap tahun karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat," ujar Said.

Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Desa Sukamulya, Nasir Nalo. Menurutnya, tingginya minat masyarakat mengikuti nikah massal menunjukkan bahwa program tersebut sangat dibutuhkan. Karena itu, ia berharap kuota peserta dapat ditambah pada pelaksanaan berikutnya.

"Harapan kami ke depan kuota nikah massal bisa ditambah. Hampir semua desa sudah menyosialisasikan kegiatan ini dan banyak masyarakat yang mendaftar, namun belum semuanya dapat terakomodasi. Kami juga berharap para wakil rakyat di Kabupaten Boalemo dapat menyisihkan anggaran melalui dana aspirasi agar masyarakat yang belum terlayani tahun ini bisa mengikuti program serupa pada tahun mendatang," katanya.

Ucapan terima kasih juga datang dari warga yang menjadi peserta nikah massal. Salah satunya pasangan Frengky Ismail dan Pipan A. Nebu yang mengaku sangat terbantu dengan program yang digagas Polsek Wonosari.

Menurut mereka, nikah massal gratis bukan hanya membantu masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga memberikan kepastian hukum bagi pasangan yang ingin membangun keluarga secara sah.

"Terima kasih kepada Bapak Kapolsek Wonosari beserta seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan nikah massal gratis. Berkat program ini kami bisa menikah secara sah tanpa terbebani biaya. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan pengabdian Bapak beserta seluruh anggota Polsek Wonosari," ungkap mereka.

Diketahui, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Wonosari menggelar bakti sosial berupa nikah massal dan sunatan massal gratis yang diikuti masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Wonosari.

Sebanyak 17 pasangan mendaftarkan diri sebagai peserta nikah massal. Namun, setelah melalui proses verifikasi administrasi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Wonosari, hanya enam pasangan yang memenuhi persyaratan dan resmi melangsungkan akad nikah.

Enam pasangan tersebut yakni Ismail Sakui–Novy Y. Ali (Desa Sukamaju), Randi Kumenda–Kholifatus Sadian (Desa Bongo III), Mohamad Rifai–Sintya Alimun (Desa Sukamaju), Frengky Ismail–Pipan A. Nebu (Desa Pangeya), Imam Muslim–Yunita (Desa Sukamulya), dan Adnan Kai–Wartin Umar (Desa Sukamaju).

Selain nikah massal, sebanyak 17 anak dari berbagai desa di Kecamatan Wonosari juga mengikuti program sunatan massal gratis dengan pendampingan tenaga kesehatan dan keluarga masing-masing. Berdasarkan data yang diterima media, nama-nama peserta yang tercantum yakni Adam Saputra Bempa, Ahmad Taufik Bempa, Haidar Abdulrahman, Azam Malik Ahmad, Moh. Henroli, Ahmad Maulana Abizar, Moh. Akbar Rasyid, Fardan Mustapa, Moh. Akbar Utina, Tio Wontami, Farhan Noho, Alga, Muh. Arkan Hunta, Muh. Abit Firli Hunta, Muh. Ismail Moha, dan Abdul Rauf Moha.

Program sosial yang digagas Polsek Wonosari tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena dinilai memberikan manfaat nyata serta memperkuat kehadiran Polri sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir melalui kegiatan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Besarnya antusiasme warga dan apresiasi dari berbagai pihak menjadi harapan agar kegiatan serupa terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dengan kuota peserta yang lebih banyak, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program sosial tersebut. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525