223 Siswa Baru Ikuti MPLS Ramah di SMPN 1 Limboto, Gerakan Ayah Antar Anak Warnai Hari Pertama Sekolah

Table of Contents

 


LIMBOTO – Sebanyak 223 peserta didik baru resmi mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, sebagai bentuk dukungan keluarga terhadap pendidikan anak sejak hari pertama masuk sekolah.

Pembukaan MPLS berlangsung khidmat di halaman SMPN 1 Limboto dan dihadiri Koordinator Pengawas (Korwas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo Harun Imran, S.Ag., M.Pd., Kepala SMPN 1 Limboto Andriansyah Puluhulawa, M.Pd., Wakapolsek Tibawa IPDA Zainal Tuondila, para guru, komite sekolah, serta orang tua dan wali murid.

Pada kesempatan tersebut, Harun Imran secara simbolis menyematkan tanda peserta kepada perwakilan siswa baru sebagai tanda dimulainya pelaksanaan MPLS Ramah.

Dalam sambutannya, Harun Imran mengapresiasi konsistensi SMPN 1 Limboto yang setiap tahun menyelenggarakan MPLS sesuai ketentuan pemerintah dengan mengedepankan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.

"Program MPLS Ramah harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Sekolah perlu mengikuti seluruh regulasi pemerintah, termasuk Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah dan penguatan nilai kebersamaan melalui budaya rukun bersama teman. Dengan begitu akan tercipta lingkungan belajar yang harmonis antara siswa, guru, kepala sekolah, dan seluruh warga sekolah," ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan orang tua pada hari pertama sekolah menjadi bagian penting dalam membangun semangat belajar anak.

"Ketika anak diantar langsung oleh orang tuanya, khususnya ayah, mereka akan merasa lebih percaya diri, bangga, dan termotivasi untuk belajar. Kehadiran orang tua merupakan bentuk perhatian yang sangat berarti dalam mendukung pendidikan anak," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Limboto, Andriansyah Puluhulawa, M.Pd., menjelaskan bahwa MPLS Ramah tahun ini mengedepankan pendekatan yang humanis agar peserta didik baru dapat mengenal lingkungan sekolah tanpa tekanan.

Menurutnya, selama masa pengenalan, para siswa diajak mengenal guru, teman, kepala sekolah, serta seluruh warga sekolah sehingga mampu beradaptasi dengan baik sebelum memasuki proses pembelajaran.

"Kami ingin seluruh peserta didik baru merasa nyaman berada di lingkungan sekolah. MPLS bukan lagi ajang perploncoan, tetapi menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal lingkungan belajar yang positif, aman, dan menyenangkan," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekolah turut mendukung program Pemerintah Kabupaten Gorontalo terkait Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah. Berdasarkan pantauan pihak sekolah, sekitar 70 persen ayah hadir langsung mengantar putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah.

"Kami mengapresiasi antusiasme para orang tua, khususnya para ayah, yang meluangkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah. Ini menunjukkan adanya kolaborasi yang baik antara keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter peserta didik," katanya.

Ke depan, SMPN 1 Limboto berkomitmen mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik seluruh siswa melalui pembinaan minat dan bakat, dengan dukungan orang tua, komite sekolah, dan masyarakat.

"Kami berharap seluruh peserta didik dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki sehingga mampu menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, beriman, dan bertakwa," tutup Andriansyah.

Salah seorang orang tua siswa yang juga menjabat sebagai Wakapolsek Tibawa, IPDA Zainal Tuondila, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan MPLS Ramah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah.

Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga sehingga keterlibatan ayah dalam mengantar anak ke sekolah menjadi bentuk nyata dukungan terhadap tumbuh kembang dan pendidikan anak.

Melalui pelaksanaan MPLS Ramah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, SMP Negeri 1 Limboto berharap mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, ramah anak, serta melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525