UNPAM Adakan Sosialiasi Etika BerMedsos dan Antisipasi Hoaks Bagi Remaja di SMKN 1 Tanggerang
Tangerang - Universitas Pamulang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMKN 1 Tangerang pada Rabu (29/4/2026) Lalu. Kegiatan yang dilaksanakan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang ini diselenggarakan dengan dibuka dengan sambutan dari Perwakilan SMKN 1 Tanggerang, Bapak Ismu Gunawan, S.Kom., M.Kom.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Penguatan Etika Komunikasi Digital dan Pencegahan Hoaks Bagi Remaja”. Berhasil membuat 30 siswa mengerti ternyata di media sosial etika juga sangat penting . Selain bicara soal etika, remaja sekarang juga rentan terjebak dalam hoks. Untuk itu kegiatan dibuat dengan tujuan meningkatkan kesadaran remaja dalam menggunakan media sosial secara bijak di tengah maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi dunia akademik dalam membangun literasi digital di kalangan generasi muda.
Materi sosialisasi dipaparkan oleh dua dosen ilmu komunikasi Universitas Pamulang yaitu ibu Ni Putu Diah Eta Tritintya, S.I.Kom., M.Med.Kom dan Ibu Fununun Nisha, S.I.Kom., M.A. Keduanya membahas pentingnya etika bermedia sosial, cara mengenali informasi palsu, hingga langkah sederhana untuk mencegah penyebaran hoaks di kalangan remaja.
Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bahwa media sosial tidak hanya menjadi ruang berekspresi, tetapi juga ruang yang membutuhkan tanggung jawab dan kesadaran digital. Para siswa juga diberikan contoh-contoh kasus hoaks yang sering muncul di media sosial serta cara melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Selain faktor kurangnya pengawasan, remaja juga menjadi kelompok yang rentan dalam mengonsumsi informasi di media sosial karena tingginya rasa ingin tahu, kebutuhan untuk diterima lingkungan pertemanan, serta kebiasaan menerima informasi secara cepat tanpa proses berpikir kritis. Algoritma media sosial yang terus menampilkan konten serupa juga membuat remaja mudah terpapar informasi yang belum tentu benar. Tidak sedikit remaja yang akhirnya mempercayai sebuah informasi hanya karena sedang viral atau dibagikan oleh banyak orang.
Dalam sesi sosialisasi, pemateri juga memberikan beberapa tips untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam bermedia sosial. Di antaranya adalah membiasakan berpikir kritis sebelum membagikan informasi, menjaga etika komunikasi digital, menghindari komentar provokatif, serta menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan produktif. Remaja juga diajak memahami bahwa jejak digital dapat berdampak terhadap masa depan mereka, baik dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan.
Pemateri menjelaskan bahwa literasi digital saat ini memiliki tantangan yang jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Jika dahulu masyarakat lebih banyak memperoleh informasi melalui televisi, radio, dan surat kabar yang proses penyaringannya dilakukan oleh institusi media, kini informasi dapat diproduksi dan disebarkan oleh siapa saja melalui media sosial. Kondisi tersebut membuat arus informasi menjadi jauh lebih cepat, namun juga meningkatkan risiko penyebaran hoaks, disinformasi, hingga ujaran kebencian. Generasi muda saat ini dituntut memiliki kemampuan literasi digital yang lebih tinggi, terutama dalam memilah informasi dan memahami kredibilitas sumber.
Dari sisi akademik, peserta juga diberikan tips sederhana dalam melakukan verifikasi informasi. Beberapa langkah yang disampaikan antara lain memeriksa sumber asli informasi, membandingkan berita dengan media terpercaya lainnya, mengecek tanggal publikasi, melihat identitas penulis, serta menggunakan situs pemeriksa fakta seperti TurnBackHoax.id dan Cek Fakta Mafindo. Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya menggunakan referensi ilmiah, jurnal akademik, dan data resmi ketika mencari informasi untuk kebutuhan pendidikan maupun penelitian.
“Kita harus lebih kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu,” ujar diah ketika ditemui disela – sela sosialisasi. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, ice breaking, hingga simulasi identifikasi hoaks dari berbagai unggahan media sosial. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi dan aktif menjawab pertanyaan yang diberikan pemateri.
Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini juga didukung oleh lima mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang yang membantu jalannya acara. Pihak sekolah yang diwakili oleh Bapak Ismu Gunawan, selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa senang atas kehadiran dosen-dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang di SMKN 1 Tangerang. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan siswa mengenai penggunaan media digital yang sehat dan bertanggung jawab.
“Kami sangat senang dan berterima kasih karena Universitas Pamulang melalui dosen-dosen Ilmu Komunikasi telah hadir berbagi ilmu kepada siswa-siswi kami. Materi yang diberikan sangat relevan dengan kehidupan remaja saat ini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu menjadi pengguna media sosial yang lebih kritis, cerdas, dan bijak dalam menyaring informasi serta turut menciptakan lingkungan digital yang positif. (diah dan funun)


