Nelayan Asal Kayubulan Hilang di Laut, Tim Basarnas dan Dit Polair Polda Gorontalo Lakukan Pencarian Intensif
Gorontalo – Seorang nelayan asal Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, dilaporkan hilang saat melaut dan hingga kini belum ditemukan. Korban diketahui bernama Herman S. Ali (47), warga Dusun Pentadu, Desa Kayubulan, yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban terakhir kali pergi memancing pada Sabtu dini hari (6/6/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Aktivitas tersebut merupakan rutinitas korban yang biasa melaut sejak dini hari dan kembali ke rumah sekitar pukul 11.00 Wita.
Namun hingga beberapa hari berlalu, korban tak kunjung kembali ke rumah, sehingga pihak keluarga mulai merasa khawatir. Istri korban, Nurlin Ishak (46), yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan berdomisili di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, kemudian menyampaikan informasi kehilangan tersebut kepada warga dan aparat setempat.
Mendengar laporan itu, warga langsung bergerak melakukan pencarian menuju lokasi rakit atau rompon tempat korban biasa mengikat perahunya di tengah laut. Lokasi tersebut diketahui berada sekitar ±15 mil dari daratan.
Saat tiba di lokasi, warga menemukan perahu milik korban masih terikat di rakit. Namun korban sudah tidak berada di dalam perahu maupun di sekitar lokasi, sehingga dugaan korban hilang di perairan semakin menguat.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak terkait. Tim Basarnas bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polair) Polda Gorontalo serta personel Polsek Batudaa Pantai langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian di sekitar perairan laut Kecamatan Batudaa Pantai.
Hingga saat ini proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi ditemukannya perahu korban. Aparat juga berkoordinasi dengan warga nelayan setempat guna memperluas area pencarian.
Keluarga korban berharap Herman S. Ali dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara masyarakat sekitar turut membantu memberikan informasi dan dukungan dalam proses pencarian yang masih berlangsung. (red/)


