Musyawarah Wilayah VI IPM Gorontalo Resmi Dibuka, Siapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Table of Contents

 


KABUPATEN GORONTALO – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Gorontalo resmi dibuka oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Gorontalo, H. Dr. Salahudin Pakaya, M.H., di Gedung Indoor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Kamis (18/6/2026).

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional polopalo sebagai simbol dimulainya agenda Musyawarah Wilayah VI IPM Gorontalo yang mengusung tema “Membumikan Arah Baru IPM Gorontalo.”

Musyawarah tersebut menjadi forum tertinggi organisasi dalam rangka memilih Pimpinan Wilayah IPM Provinsi Gorontalo periode 2026–2028 sekaligus merumuskan arah dan program organisasi untuk masa mendatang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo Dr. Abd. Waris, M.Pd, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Gorontalo Dr. Salahudin Pakaya, S.H., Ketua Pimpinan Pusat IPM Ummul Fatimah, Kabag Kesbangpol Provinsi Gorontalo Dedi S. Paliama, Ketua Umum IPM Provinsi Gorontalo Safwan K. Ahli, Ketua Panitia Pelaksana Jihan Isa, serta peserta Musyawarah Wilayah VI IPM dari berbagai daerah di Gorontalo.

Pelaksanaan Musyawarah Wilayah VI IPM berlangsung selama dua hari, mulai 18 hingga 20 Juni 2026, bertempat di Gedung Indoor UMGO.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Salahudin Pakaya menyampaikan apresiasinya kepada IPM yang terus menjaga tradisi kaderisasi melalui forum musyawarah. Menurutnya, IPM merupakan wadah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kelak menjadi pemimpin bangsa dan negara.

"Hari ini tentu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo mengapresiasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah dalam momentum Musyawarah Wilayah di Provinsi Gorontalo ini. Apalagi mereka adalah generasi kepemimpinan bangsa dan negara, sehingga forum-forum seperti ini harus selalu diwarnai oleh diskusi-diskusi untuk menata masa depan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa musyawarah tidak hanya berfokus pada pemilihan pemimpin baru, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan program-program yang efektif dan relevan dengan tantangan zaman.

"Ketika mereka bermusyawarah, bukan hanya menentukan siapa pemimpin berikutnya, tetapi juga menentukan program apa yang paling efektif di masa yang akan datang. Mudah-mudahan mereka sudah memiliki rancangan bagaimana menjadikan generasi muda, khususnya di lingkungan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, menjadi pemimpin bangsa di masa depan," tambahnya.

Salahudin juga berpesan kepada seluruh kader IPM agar terus meningkatkan kapasitas diri melalui proses belajar yang berkelanjutan.

"Harus terus belajar. Itu yang paling penting. Kalau mereka tidak belajar hari ini dan terus-menerus belajar, maka mereka akan tenggelam dan tergilas oleh zaman," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Dr. Abd. Waris, M.Pd, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Musyawarah Wilayah VI IPM sebagai bagian dari proses regenerasi dan kaderisasi kepemimpinan daerah.

"Saya sangat mendukung anak-anak yang akan melaksanakan Musyawarah Wilayah VI atau reorganisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah Gorontalo. Pak Bupati sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kaderisasi dalam rangka mewujudkan dan menghasilkan kader-kader daerah serta pemimpin-pemimpin masa depan yang lebih baik, lebih handal, dan Insya Allah lebih berakhlakul karimah," ungkapnya.

Dalam agenda pemilihan Pimpinan Wilayah IPM Provinsi Gorontalo periode 2026–2028, terdapat lima kandidat yang akan bertarung, yakni Nurfadila Hulantu, Jihan H. Isa, Putri Amelia Ishak, Arif Muharam, dan Fajril Muhammad.

Melalui Musyawarah Wilayah VI ini, IPM Gorontalo diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang visioner serta program-program strategis yang dapat menjawab kebutuhan pelajar dan generasi muda di Provinsi Gorontalo. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525