Ketua Fraksi NasDem DPRD Boalemo Soroti Distribusi Pupuk, Minta Pemerintah dan Distributor Jangan Rugikan Petani
BOALEMO, GORONTALO – Polemik distribusi pupuk di Kabupaten Boalemo terus menuai sorotan dari berbagai pihak. Kali ini, perhatian serius datang dari Ketua Fraksi NasDem DPRD Boalemo, Arman Naway, S.H., yang menilai persoalan keterlambatan pupuk tidak boleh terus berlarut dan berujung merugikan petani.
Kepada media, Kamis (11/6/2026), Arman mengaku sebelumnya telah melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Pertanian terkait kendala distribusi pupuk yang disebut dipengaruhi kelangkaan BBM solar.
“Saya sudah pernah konfirmasi ke kadis bahwa ada kelangkaan BBM. Karena ini sudah urusan BBM, kiranya penting bagi para pihak untuk mengatensi persoalan ini, sebab petani tidak bisa terus diberi alasan kenapa pupuk tidak tersedia,” ujar Arman.
Menurutnya, pemerintah bersama pihak terkait harus segera mencari solusi konkret agar distribusi pupuk tetap berjalan lancar, mengingat kebutuhan pupuk sangat menentukan keberlangsungan produksi pertanian masyarakat.
Arman juga menegaskan bahwa perlu ada penelusuran lebih jauh terkait kewenangan distribusi pupuk yang disebut berada di bawah tanggung jawab perusahaan distributor.
“Mestinya perlu dikonfirmasi terkait kewenangan penyaluran pupuk yang ada di perusahaan distributor,” tegasnya.
Politisi NasDem itu turut meminta Kementerian Pertanian agar lebih serius melakukan pengawasan hingga ke tingkat bawah guna memastikan pupuk benar-benar sampai kepada petani dan tidak menumpuk di tingkat produsen maupun distributor.
“Kami berharap pihak Kementerian Pertanian benar-benar melakukan pengawasan sampai ke tingkat bawah, memastikan distribusi pupuk sampai kepada petani dan jangan sampai hanya menumpuk di produsen atau distributor,” katanya.
Tak hanya itu, Arman mengungkapkan bahwa keluhan terkait persoalan pupuk di Boalemo juga telah disampaikannya kepada Anggota DPR RI, Rachmat Gobel, melalui stafnya sebagai bentuk upaya mencari perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan yang dihadapi petani di daerah.
“Perihal ini juga sudah saya sampaikan kepada anggota DPR RI Bapak Rachmat Gobel melalui stafnya untuk menyampaikan keluhan ini,” ujarnya.
Ia berharap momentum Pekan Nasional (PENAS) yang akan berlangsung pekan depan dapat menjadi ruang pembahasan serius dalam menyelesaikan persoalan distribusi pupuk yang hingga kini masih dikeluhkan petani.
“Pekan depan juga akan ada PENAS. Saya berharap momentum tersebut menjadi agenda untuk penyelesaian masalah pupuk yang belum sampai kepada petani,” pungkas Arman.
Polemik distribusi pupuk di Boalemo sendiri belakangan menjadi perhatian publik setelah muncul berbagai keluhan terkait keterlambatan penyaluran, kendala distribusi akibat BBM, hingga dugaan persoalan biaya operasional pengangkutan pupuk di lapangan. (red/)


