Kapolsek Wonosari Perkuat Sinergi Aparat Desa, Tekankan Transparansi Dana Desa dan Stabilitas Kamtibmas
Boalemo, Gorontalo – Dalam upaya meningkatkan kapasitas aparatur desa serta memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kapolsek Wonosari IPTU Zulkifli Saeng, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan pembinaan dan penguatan aparat desa di Desa Jatimulya dan Desa Sukamaju, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Jatimulya dan dilanjutkan di Aula Kantor Desa Sukamaju tersebut dihadiri oleh Kanit Provost Polsek Wonosari AIPDA Haryanto Mootalu, Kanit Binmas Polsek Wonosari AIPDA Muhamad H. Antula, Bhabinkamtibmas Brigadir Ismail D. Mato, serta jajaran aparat desa dari kedua wilayah.
Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Jatimulya Salim menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran kepala desa yang sedang menjalankan agenda di Tilamuta. Sementara itu, Sekretaris Desa Sukamaju Rolin Alimun menyambut baik kegiatan pembinaan tersebut dan berharap dapat memperkuat pemahaman aparat desa dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan itu, Kanit Binmas Polsek Wonosari memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Polsek Wonosari dan mengajak seluruh aparat desa untuk meningkatkan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas. Ia juga mengingatkan pentingnya pengurusan izin keramaian sebelum pelaksanaan kegiatan masyarakat serta mendorong kepala dusun agar segera berkomunikasi dengan pihak kepolisian apabila terjadi peristiwa yang membutuhkan kehadiran aparat.
Dalam arahannya, Kapolsek Wonosari menegaskan bahwa aparat desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kemampuan mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan di tingkat desa harus terus diperkuat melalui koordinasi dan kolaborasi yang baik dengan kepolisian.
Kapolsek menyampaikan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah Kecamatan Wonosari secara umum masih aman dan kondusif. Meski sempat terjadi kasus pencurian di wilayah Bongo III, penanganannya telah dilakukan oleh Polres Boalemo. Ia juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 jumlah laporan polisi dan pengaduan masyarakat mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya, yang merupakan hasil kerja sama antara kepolisian dan pemerintah desa.
Selain aspek keamanan, IPTU Zulkifli Saeng turut menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, seluruh penggunaan anggaran harus dilakukan secara terbuka dan dilengkapi administrasi yang baik guna menghindari penyalahgunaan serta potensi persoalan hukum di kemudian hari.
"Aparat desa harus memberikan pelayanan secara profesional tanpa membeda-bedakan masyarakat. Hindari konflik internal yang dapat mengganggu kinerja pemerintahan desa dan jangan menyebarkan persoalan internal melalui media sosial karena dampaknya sangat luas," tegasnya.
Kapolsek juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan kepada Pemerintah Kabupaten Boalemo sebagai langkah preventif dalam menekan angka kriminalitas.
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara, Polsek Wonosari juga berencana menggelar kegiatan bakti sosial berupa nikah massal dan sunatan massal. Untuk itu, dukungan pemerintah desa diharapkan dapat membantu menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat yang berminat mengikuti kegiatan.
Kegiatan pembinaan diakhiri dengan sesi tanya jawab antara aparat desa dan jajaran kepolisian. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai pada pukul 12.10 WITA. (red/)


