Kadis Pertanian Boalemo Tegaskan Stok Pupuk Melimpah, Petani Diimbau Jangan Lalai Tebus Pupuk
BOALEMO, GORONTALO – Polemik pupuk di Kabupaten Boalemo kembali mendapat perhatian serius dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo, Andi Faisal Hurudji, S.Pi., M.Si. Ia menegaskan bahwa stok pupuk subsidi di wilayah Boalemo dalam kondisi melimpah dan mencukupi kebutuhan petani.
Menurut Andi Faisal, ketersediaan pupuk saat ini bahkan tergolong sangat besar. Untuk pupuk urea tersedia sekitar 20 ribu ton, sementara pupuk Phonska mencapai 21 ribu ton lebih. Total stok pupuk yang tersedia di Kabupaten Boalemo mencapai sekitar 41 ribu ton.
“Harusnya untuk Boalemo ini cukup luar biasa. Stok pupuk sangat banyak, tetapi serapan sampai sekarang baru sekitar 11 persen. Ini masih sangat jauh,” tegasnya.
Ia mengaku telah berkali-kali menyampaikan imbauan melalui radio swasta di Boalemo, agar seluruh petani segera melakukan penebusan pupuk sebelum batas waktu yang ditentukan.
“Saya sudah sampaikan kepada seluruh petani agar sesegera mungkin melakukan penebusan pupuk. Kalau sampai 31 Desember tahun berjalan tidak ditebus, nanti kuota kita akan dikurangi” ujarnya.
Andi Faisal juga menyebut produksi jagung di daerah tersebut justru melampaui target yang diberikan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
“Target dari Provinsi Gorontalo itu 300 ribu ton, sementara Boalemo mampu mencapai sekitar 320 ribu ton. Artinya tidak ada gagal panen, maka seharusnya petani bisa segera menebus pupuk” katanya.
Menurutnya, persoalan utama yang terjadi saat ini bukan pada kelangkaan pupuk, melainkan pola pengelolaan keuangan dan skala prioritas petani setelah masa panen.
Ia menyarankan agar petani langsung menyisihkan hasil panen untuk membeli pupuk sebagai persiapan musim tanam berikutnya.
“Harusnya begitu panen langsung beli pupuk. Pupuk itu bisa disimpan dua sampai tiga tahun, asal ditaruh di atas papan dan ditutup terpal,” jelasnya.
Selain itu, pihak Dinas Pertanian juga mengingatkan para pengepul dan tengkulak agar tidak membeli jagung petani di bawah harga yang telah ditetapkan. Ia menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas jika ditemukan praktik pembelian di bawah harga Rp5.000 per kilogram.
“Saya sudah sampaikan ke gudang-gudang dan tengkulak, jangan membeli jagung di bawah Rp5.000. Kalau kedapatan, hati-hati,” tandasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk klarifikasi pemerintah daerah di tengah polemik pupuk yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat Kabupaten Boalemo. (red/)


