Aroma Mafia BBM Subsidi di Gorontalo? Warga Pergoki Pengisian Jerigen Usai SPBU Tutup
Gorontalo – Dugaan praktik penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di Kabupaten Gorontalo. Kali ini sorotan tajam mengarah ke SPBU Molohu di Desa Molohu, Kecamatan Tolangohula, setelah warga memergoki aktivitas pengisian sejumlah jerigen berisi Pertalite sesaat setelah masyarakat diberitahu bahwa stok BBM subsidi telah habis.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa malam (9/6/2026) sekitar pukul 22.00 Wita itu memantik kemarahan warga. Pasalnya, ketika masyarakat datang membeli Pertalite, petugas SPBU berdalih stok telah kosong dan pelayanan dihentikan. Namun tak lama setelah SPBU dinyatakan tutup, justru muncul aktivitas mencurigakan yang diduga dilakukan secara tertutup.
Seorang warga berinisial TI mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah warga melihat langsung proses pengisian BBM subsidi ke dalam beberapa jerigen yang diduga dilakukan oleh sejumlah karyawan SPBU.
“Ketika masyarakat membutuhkan BBM, alasannya stok habis. Tapi setelah SPBU tutup, justru ada pengisian jerigen secara diam-diam. Ini yang membuat kami curiga,” ujar TI kepada awak media.
Berdasarkan pengamatan warga, sedikitnya tujuh jerigen berkapasitas sekitar 35 liter berhasil diisi. Aktivitas tersebut diduga melibatkan enam orang yang disinyalir merupakan karyawan SPBU serta dua orang lainnya yang diduga sebagai penampung.
Yang makin mengundang tanda tanya, aktivitas pengisian itu disebut berlangsung saat kondisi SPBU sudah tidak lagi melayani masyarakat dan sebagian lampu penerangan dimatikan. Warga juga melihat sebuah mobil pickup Suzuki Carry bernomor polisi DM 8432 AJ terparkir di area SPBU dan diduga telah disiapkan untuk mengangkut BBM subsidi yang dipindahkan ke dalam jerigen.
Jika dugaan tersebut terbukti benar, praktik itu dinilai sangat merugikan masyarakat. Sebab di saat warga kesulitan mendapatkan Pertalite, BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan publik justru diduga dialihkan kepada pihak tertentu demi keuntungan pribadi.
TI menyebut aktivitas serupa diduga bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, warga sudah lama menaruh kecurigaan terhadap pola distribusi BBM di SPBU tersebut, namun baru kali ini mereka berhasil mendokumentasikan kejadian yang dianggap sebagai bukti awal dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.
“Sudah sering terjadi, tapi baru sekarang kami berhasil mendokumentasikannya. Karena itu kami akan melaporkannya ke pihak kepolisian agar diusut tuntas,” tegasnya.
Warga juga menduga aktivitas tersebut berlangsung bukan tanpa sepengetahuan pihak internal SPBU. Dugaan itu muncul lantaran proses pengisian berlangsung cukup lama dan melibatkan beberapa orang secara bersamaan tanpa adanya tindakan penghentian.
Kasus ini kini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum, Pertamina, serta instansi pengawas distribusi BBM subsidi. Masyarakat mendesak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk audit rekaman CCTV, data distribusi BBM, hingga penelusuran pihak-pihak yang diduga terlibat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengawas SPBU Molohu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan keberimbangan informasi.
Masyarakat berharap aparat tidak menutup mata terhadap dugaan penyimpangan yang menyangkut hak masyarakat banyak. Sebab BBM subsidi merupakan program negara yang dibiayai uang rakyat dan diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk diperjualbelikan demi keuntungan segelintir pihak. (red/)


