Wonosari Makin Memprihatinkan, Galian C Diduga Tanpa Izin Kian Marak Beroperasi

Table of Contents

 


Boalemo, Gorontalo – Kondisi lingkungan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, semakin memprihatinkan. Di tengah belum tuntasnya penanganan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), kini masyarakat kembali dihadapkan dengan maraknya aktivitas galian C yang diduga belum mengantongi izin resmi.

Aktivitas alat berat yang bebas keluar masuk wilayah Wonosari menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai aktivitas tersebut berpotensi memperparah kerusakan lingkungan, terutama pada kawasan sungai dan lahan di sekitar lokasi pengerukan.

Beberapa aliran sungai yang sebelumnya dimanfaatkan masyarakat disebut mulai mengalami perubahan kondisi akibat aktivitas pengerukan yang terus berlangsung. Situasi ini pun memunculkan kekhawatiran akan dampak lingkungan jangka panjang, termasuk potensi banjir dan longsor.

Koordinator aksi, Rivandi Abdullah, menegaskan bahwa situasi ini menunjukkan lemahnya keseriusan aparat dalam menindak aktivitas ilegal yang merusak lingkungan di Boalemo.

Menurut Rivandi, hingga hari ini masyarakat hanya disuguhi janji penertiban, sementara di lapangan aktivitas ilegal masih berjalan tanpa hambatan. Bahkan, dugaan perpindahan jalur alat berat melalui wilayah Dulupi semakin memperlihatkan adanya upaya untuk menghindari pengawasan.

“Kami menilai Kapolres Boalemo sudah tidak becus mengurus Boalemo. Tambang ilegal tidak selesai, sekarang muncul lagi galian C tanpa izin yang terus merusak lingkungan. Jika aparat serius, seharusnya aktivitas seperti ini sudah dihentikan sejak awal,” tegas Rivandi Abdullah, Jumat (22/5/2026).

Aliansi mahasiswa dan pemuda peduli lingkungan menilai persoalan ini harus segera menjadi perhatian serius semua pihak. Mereka menegaskan, jika aktivitas tersebut terus dibiarkan, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat di masa mendatang.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan di Boalemo, massa aksi berencana kembali menggelar Aksi Demo Jilid 2 di Polda Gorontalo dalam waktu dekat.

Dalam aksi nanti, mereka akan menyuarakan tuntutan penertiban aktivitas tambang ilegal dan galian C tanpa izin, sekaligus meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas pertambangan di wilayah Boalemo.

“Kami akan terus turun ke jalan sampai ada tindakan nyata. Jangan sampai rakyat dipaksa hidup di tengah kerusakan lingkungan sementara para pelaku bebas meraup keuntungan,” tutup Rivandi Abdullah. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525