Tanggung Jawab Bersama: UPT SDN 17 Pulau Satando Ingatkan Pentingnya Keselarasan Didikan Rumah dan Sekolah
Pangkep, 12 Mei 2026 – Pendidikan karakter dan pembentukan akhlak anak tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pihak sekolah. Hal ini menjadi pesan utama yang disampaikan Badaruddin, S.Pd., M.Pd., Kepala UPT SDN 17 Pulau Satando, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), dalam upaya menyadarkan masyarakat akan tanggung jawab bersama dalam mendidik anak.
Pernyataan tersebut sejalan dengan semboyan yang kini digalakkan secara luas oleh pihak sekolah: “Mari kita normalisasikan: akhlak anak dibentuk di rumah, sekolah berperan menguatkan. Guru bertugas membimbing, bukan mengubah secara instan. Jika anak sudah dibiasakan berbuat baik dan santun di rumah, maka dipastikan ia akan bersikap sama saat berada di lingkungan sekolah.”
Menurut Badaruddin, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, namun keluarga memegang peran paling dasar dan utama. Di UPT SDN 17 Pulau Satando, prinsip ini dipegang teguh: nilai-nilai akhlak, sopan santun, serta norma dasar kehidupan pertama kali ditanamkan dan dibentuk di lingkungan rumah, sejak anak masih berusia dini. Rumah menjadi ruang pertama di mana anak belajar berbicara dengan baik, menghormati orang tua dan sesama, membedakan mana yang benar dan salah, serta membiasakan diri berperilaku terpuji dalam keseharian.
Sementara itu, peran sekolah dan tenaga pendidik adalah melanjutkan, mengembangkan, dan memperkuat nilai-nilai kebaikan yang sudah tertanam di dalam diri anak. Guru berfungsi sebagai pembimbing, pengarah, sekaligus teladan di lingkungan pendidikan. Akan tetapi, pihak sekolah menegaskan bahwa guru tidak memiliki kemampuan untuk mengubah kebiasaan atau watak anak secara mendadak atau instan, jika dasar karakter yang dibangun di rumah belum kokoh atau kurang diperhatikan. Pembentukan karakter dan perubahan perilaku adalah proses panjang yang membutuhkan waktu, konsistensi, serta kerja sama yang erat dan selaras antara orang tua di rumah dan pendidik di sekolah.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah beserta seluruh tenaga pendidik di UPT SDN 17 Pulau Satando menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak — khususnya dalam hal akhlak dan kepribadian — sangat bergantung pada kesesuaian antara apa yang diajarkan di rumah dan apa yang diterapkan di sekolah. Apabila orang tua membiasakan anak berbicara sopan, menghargai orang lain, disiplin, dan bertanggung jawab sejak di rumah, maka sikap-sikap tersebut akan terbawa secara alami ke lingkungan sekolah. Hal ini membuat proses pembelajaran dan pembinaan karakter berjalan jauh lebih mudah, lancar, dan efektif.
Sebaliknya, jika nilai-nilai kebaikan jarang diajarkan atau tidak diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga, sekolah akan menghadapi tantangan besar dalam membentuk perilaku anak. Alasannya sederhana: pendidikan di sekolah hanya berlangsung dalam jam-jam tertentu setiap harinya, sedangkan sebagian besar waktu dan kehidupan anak berlangsung di tengah keluarga.
Oleh karena itu, UPT SDN 17 Pulau Satando mengajak seluruh orang tua dan wali murid untuk menyadari dan menjalankan peran utamanya sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak. Pihak sekolah menegaskan kesiapannya menjadi mitra terpercaya yang akan memperkuat bekal kebaikan yang sudah ditanamkan orang tua, demi mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, dan berguna bagi nusa serta bangsa.
Gerakan penyadaran ini diharapkan dapat menjadi kesepakatan bersama, serta tumbuh menjadi budaya positif yang terus dijaga dan diterapkan, demi kemajuan dan pembentukan karakter anak-anak di Pulau Satando dan lingkungan sekitarnya.*
( Ahmad Latif )


