Praktisi Hukum Soroti Muratara Diduga Jadi Titik Rawan Peredaran Narkoba

Table of Contents


LUBUKLINGGAU – Praktisi hukum dari Kota Lubuklinggau, Abdul Aziz, menyoroti maraknya peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Hal ini menyusul keberhasilan aparat Polda Sumatera Selatan dan Polres Lubuklinggau yang menyita sekitar 2 kilogram sabu yang diduga berasal dari wilayah tersebut.

Menurut Abdul Aziz, temuan ini menjadi indikasi kuat bahwa Muratara telah menjadi salah satu titik rawan peredaran narkotika. Ia menilai, sejumlah kasus yang melibatkan pelaku asal Muratara menunjukkan adanya jaringan atau sindikat besar di balik peredaran barang haram tersebut.

“Kalau kita lihat dari ungkap kasus yang dilakukan Polres Lubuklinggau dan Polda Sumsel, ini membuktikan bahwa Kabupaten Muratara merupakan salah satu sarang peredaran narkoba,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/4/2026).

Ia juga menyoroti adanya pola peredaran narkoba lintas daerah. Salah satunya terkait kasus pelaku bernama Hairul yang membawa barang dari wilayah Jambi. Selain itu, kasus di Muara Rupit juga mengindikasikan bahwa narkoba tersebut hanya transit di Muratara sebelum didistribusikan ke daerah lain seperti Palembang dan Lubuklinggau.

“Kasus di Muara Rupit menunjukkan bahwa barang tersebut hanya singgah sebelum dikirim ke daerah lain. Ini mengindikasikan adanya jaringan besar yang terorganisir,” jelasnya.

Abdul Aziz menilai, hingga saat ini pengungkapan terhadap jaringan besar tersebut masih belum terlihat secara signifikan. Ia pun mendorong aparat penegak hukum, khususnya Polres Musi Rawas Utara, untuk lebih serius dalam mengungkap bandar besar.

“Kita berharap Polres Muratara dapat mengungkap bandar-bandar besar, jangan hanya pelaku kecil saja,” tegasnya.

Ia menambahkan, penindakan terhadap pelaku kelas kecil tidak akan cukup untuk memutus rantai peredaran narkoba. Diperlukan langkah tegas dan terukur untuk membongkar jaringan utama yang diduga menjadi pengendali peredaran narkotika di wilayah Muratara.

“Kita minta aparat lebih serius dalam membongkar jaringan utama agar peredaran narkoba bisa ditekan secara maksimal,” pungkasnya.

    ( Nasrullah ) 

Tak-berjudul81-20250220065525