Pemprov Gorontalo Sabet Juara 1 Sulawesi dan Top 5 Nasional UCJ Jamsostek, Bukti Komitmen Perlindungan Pekerja Makin Kuat
KENDARI – Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali mencatat prestasi di tingkat nasional dalam ajang penghargaan Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Pada penilaian terbaru, Pemprov Gorontalo berhasil meraih peringkat pertama se-Sulawesi sekaligus menempati posisi kelima secara nasional dalam capaian kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Ahmad Fatoni, kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam pertemuan kepala daerah se-Sulawesi yang digelar di Hotel Azizah, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).
Sebelum penyerahan penghargaan, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Mintje Wattu, memaparkan laporan capaian Universal Coverage Jamsostek di wilayah Sulawesi. Dalam laporan tersebut, Provinsi Gorontalo dinilai menjadi salah satu daerah dengan performa terbaik dalam memperluas kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Program ini dijalankan melalui sinergi pemerintah daerah dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka memberikan perlindungan bagi pekerja formal maupun informal dari risiko kerja, kecelakaan kerja, hingga jaminan hari tua.
Ahmad Fatoni dalam sambutannya memberikan apresiasi atas konsistensi pemerintah daerah dalam memperluas cakupan perlindungan tenaga kerja.
“Capaian ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat pekerja,” ujarnya.
Sementara itu, di tempat terpisah usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Alam, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Sanco Simanullang, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
Gusnar menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo akan terus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan agar semakin banyak pekerja yang terlindungi.
“Terima kasih atas penghargaan ini. Kami akan terus mengoptimalkan upaya agar seluruh pekerja di Gorontalo dapat terlindungi dalam program Jamsostek, baik pekerja formal maupun informal,” ungkapnya.
Hingga saat ini, cakupan kepesertaan Jamsostek di Provinsi Gorontalo telah mencapai 50,1 persen atau sekitar 269.058 pekerja dari total 538.116 pekerja formal dan informal di seluruh wilayah tersebut.
Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Ahmad Fatoni, menilai capaian tersebut sebagai indikator kuatnya komitmen pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan sosial bagi tenaga kerja.
Adapun kegiatan penyerahan penghargaan berlangsung dalam forum kepala daerah se-Sulawesi di Hotel Azizah, Kendari, yang menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan program Universal Coverage Jamsostek di kawasan timur Indonesia. (red/)


