Komisi I DPRD Pangkep Bahas Insentif Guru PAUD: Peran Mereka Sangat Strategis dan Harus Diapresiasi

Table of Contents

 


PANGKEP – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus mendorong peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui Komisi I, anggota dewan menggelar pertemuan khusus untuk membahas dan memperjuangkan penyesuaian insentif, mengingat peran mereka dinilai sangat strategis dan menjadi fondasi utama pembangunan kualitas sumber daya manusia di daerah ini.

Rapat pembahasan berlangsung di Ruang Rapat Komisi Sidang B Kantor DPRD Pangkep, Jalan Cendana Timur, Kelurahan Padoang-doangan, Kecamatan Pangkajene, pada Jumat (22/5/2026). Pertemuan ini dipimpin Anggota Komisi I DPRD Pangkep, Abdul Rauf, dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pangkep,Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama, sejumlah anggota Komisi I, serta para kepala sekolah PAUD dari berbagai wilayah kecamatan se-Kabupaten Pangkep.

Dalam diskusi yang berlangsung secara terbuka dan mendalam, berbagai kendala dan persoalan yang dihadapi guru PAUD dikemukakan, terutama menyangkut besaran insentif yang selama ini diterima. Anggota dewan menilai angka yang ada saat ini belum sebanding dengan beban kerja, tanggung jawab, serta peran vital yang dijalankan para pendidik dalam membentuk karakter, akhlak, dan dasar pengetahuan anak pada usia emas pertumbuhannya.

Abdul Rauf menegaskan, posisi guru PAUD tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, merekalah garda terdepan yang meletakkan batu pertama fondasi pendidikan anak, sehingga apa yang ditanamkan pada tahap ini akan menjadi bekal seumur hidup bagi generasi mendatang. Oleh sebab itu, perhatian dan penghargaan, termasuk dalam bentuk insentif yang layak, mutlak harus diberikan.

“Peran guru PAUD sangat strategis dan krusial. Di tangan merekalah karakter dan dasar kecerdasan anak mulai dibentuk sejak dini. Ini adalah investasi paling dasar dan paling besar bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, pengabdian mereka harus diapresiasi dengan nyata, salah satunya melalui peningkatan insentif yang layak, pantas, dan setara dengan beban kerja yang dipikul,” tegas Abdul Rauf.

Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan pendidik merupakan kunci mutlak untuk mengangkat kualitas pendidikan secara keseluruhan di Pangkep. Tidak mungkin menuntut hasil maksimal dan pelayanan prima jika tenaga pengajar belum merasa aman, dihargai, dan sejahtera. Insentif bukan sekadar soal angka rupiah, melainkan bentuk pengakuan tulus atas dedikasi, ketulusan, dan semangat pengabdian yang telah diberikan selama ini.

“Bila guru merasa diperhatikan dan sejahtera, semangat mengajarnya makin kuat, kreativitas makin berkembang, dan anak-anak kita mendapatkan pendidikan terbaik. Ini langkah strategis yang harus dipahami dan didukung penuh oleh pemerintah daerah, karena dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Pihak Dinas Pendidikan menyambut baik inisiatif dan dorongan dari Komisi I DPRD. Nurul Haq mengaku usulan ini akan segera dipetakan kebutuhannya, disusun rencana strategisnya, dan dijadikan bahan prioritas untuk diusulkan dalam penyusunan kebijakan serta anggaran daerah tahun mendatang, agar hak dan kesejahteraan guru PAUD bisa terpenuhi dengan lebih baik.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata sinergitas antara legislatif dan eksekutif, serta wadah aspirasi bagi pendidik. Komisi I DPRD menegaskan akan terus mengawal dan memperjuangkan hal ini sampai terbit kebijakan konkret, demi terciptanya pendidikan yang maju, bermutu, serta menjamin kesejahteraan seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Pangkep.*


( Ahmad Latif )

Tak-berjudul81-20250220065525