Ketua PWI Gorontalo Fadli Poli Tutup Usia, Dunia Pers Berduka
Gorontalo – Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Gorontalo. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gorontalo periode 2023–2027, Fadli Poli, meninggal dunia pada Sabtu dini hari, 9 Mei 2026, sekitar pukul 02.10 WITA.
Kepergian wartawan senior tersebut meninggalkan duka mendalam bagi insan pers, tokoh masyarakat, hingga sejumlah pejabat daerah di Gorontalo. Almarhum dikenal sebagai sosok yang konsisten menjaga marwah jurnalistik serta aktif membina wartawan muda di daerah.
Kabar wafatnya Fadli Poli dengan cepat menyebar di berbagai grup wartawan dan media sosial. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan. Banyak rekan seprofesi mengenang almarhum sebagai pribadi yang tenang, kritis, sederhana, namun tegas dalam menjaga etika profesi jurnalistik.
“Beliau bukan hanya ketua organisasi, tetapi juga menjadi tempat belajar bagi banyak wartawan muda. Sosok yang sangat menjunjung independensi pers,” ujar salah satu wartawan senior di Gorontalo.
Selama memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gorontalo, Fadli Poli dikenal aktif mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme wartawan daerah. Ia kerap mengingatkan pentingnya menjaga integritas, akurasi, dan kode etik jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.
Dalam berbagai forum diskusi jurnalistik, almarhum juga sering menegaskan bahwa pers harus tetap menjadi penjaga demokrasi dan tidak kehilangan independensi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Kepergian Fadli Poli dinilai sebagai kehilangan besar bagi dunia pers Gorontalo. Banyak wartawan muda mengaku mendapatkan arahan dan motivasi dari almarhum dalam meniti dunia jurnalistik.
Hingga Sabtu pagi, suasana duka masih menyelimuti rumah duka. Sejumlah wartawan, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah tampak berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal berdedikasi terhadap perkembangan pers di Gorontalo. (red/)


