Dosen Universitas Pamulang Edukasi Siswa SMK Ikhlas Jawilan Cegah Disinformasi dan Hate Speech di Era AI
PAMULANG – Dalam upaya meningkatkan kesadaran literasi digital di kalangan pelajar, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi dan Desain Universitas Pamulang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Ikhlas Jawilan, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Edukasi Pencegahan Dampak Disinformasi di Era Artificial Intelligence (AI) serta Komunikasi Strategis dalam Mengatasi Hate Speech di Media Sosial.”
Kegiatan ini dilatarbelakangi meningkatnya penyebaran informasi palsu (disinformasi) dan ujaran kebencian di ruang digital, terutama di kalangan generasi muda. Tingginya penggunaan media sosial di kalangan pelajar dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai.
Selain itu, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) juga mempercepat produksi berbagai konten digital, sehingga diperlukan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi yang diterima.
Acara berlangsung di lingkungan SMK Ikhlas Jawilan yang memiliki fasilitas pembelajaran memadai serta siswa yang aktif dan partisipatif. Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Kepala Sekolah SMK Ikhlas Jawilan, Fahrudin, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Fahrudin menegaskan pentingnya edukasi literasi digital bagi siswa sebagai bekal menghadapi tantangan komunikasi di era modern.
Memasuki sesi inti, para dosen menyampaikan materi secara interaktif dan komprehensif. Materi pertama membahas pemahaman dasar tentang AI, termasuk bagaimana teknologi tersebut bekerja dalam menghasilkan teks, gambar, maupun video.
Siswa juga diberikan contoh nyata mengenai pemanfaatan AI secara positif, sekaligus potensi penyalahgunaannya untuk membuat konten manipulatif seperti deepfake dan berita palsu.
Selanjutnya, materi berfokus pada disinformasi dan hoaks di media digital. Para peserta diberikan pemahaman mengenai perbedaan misinformasi, disinformasi, dan malinformasi beserta dampak negatifnya terhadap individu maupun masyarakat.
Para siswa juga diajarkan langkah-langkah praktis untuk menghindari penyebaran informasi palsu, mulai dari memverifikasi sumber informasi, mengecek kredibilitas situs atau akun, membandingkan berita dari berbagai sumber, hingga tidak mudah membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Tak hanya itu, materi juga membahas fenomena hate speech atau ujaran kebencian yang marak terjadi di media sosial. Siswa diajak memahami berbagai bentuk hate speech, mulai dari komentar kasar, cyberbullying, hingga ujaran yang mengandung diskriminasi.
Sebagai solusi, para dosen memperkenalkan konsep etika bermedia sosial dan komunikasi digital yang sehat, seperti menggunakan bahasa yang sopan, menghargai perbedaan pendapat, tidak mudah terpancing emosi, serta aktif menyebarkan konten positif.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Banyak peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diselingi sesi praktik sederhana dan studi kasus untuk mengidentifikasi berbagai bentuk hoaks dan ujaran kebencian.
Menjelang akhir acara, suasana semakin meriah melalui games edukatif yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah menarik, sehingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus kompetitif.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi para siswa.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan siswa SMK Ikhlas Jawilan mampu menjadi generasi yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi di era digital.
(Nasrullah)


