Desak Penertiban PETI Bulangita–Teratai Menguat, Anak Cucu Penambang Rakyat Pohuwato Minta APH Bertindak Tegas
Pohuwato — Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bulangita dan Teratai kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, desakan keras datang dari kalangan anak cucu penambang rakyat Pohuwato yang meminta agar kegiatan tambang ilegal tersebut segera ditertibkan oleh aparat berwenang, Rabu (13/05/2026).
Tokoh muda, Yopi Y. Latif, menegaskan bahwa aktivitas PETI yang masih berlangsung di dua wilayah tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat. Selain berada di dekat kawasan permukiman, aktivitas tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius.
“Ini tidak bisa dibiarkan. PETI di Bulangita dan Teratai harus segera dihentikan karena dampaknya sudah sangat mengkhawatirkan, baik dari sisi lingkungan maupun sosial masyarakat,” tegas Yopi.
Ia juga menyoroti dugaan adanya keterlibatan pelaku usaha dari luar daerah yang mengendalikan aktivitas pertambangan ilegal tersebut. Kondisi ini, menurutnya, semakin memperburuk situasi karena tidak memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, namun justru meninggalkan potensi kerugian jangka panjang.
“Kami mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan dan menangkap para pelaku usaha dari luar daerah. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas PETI di kawasan tersebut masih terus berlangsung dan bahkan disebut mengalami peningkatan intensitas. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak lingkungan seperti pencemaran air, kerusakan lahan, serta ancaman terhadap keberlanjutan ekosistem di wilayah tersebut.
Selain itu, pihaknya juga meminta APH untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga membackup aktivitas tersebut, terutama yang memberikan jaminan keamanan operasional di lapangan. Ia menegaskan, jika terbukti ada keterlibatan, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. (red/)


