Dari Pengamanan ke Mimbar Jumat, Kasat Sabhara Polres Boalemo Sentuh Hati Jamaah dengan Khutbah Penuh Makna Idul Adha
Boalemo, Gorontalo – Suasana berbeda terasa di Masjid An-Nur, Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Jumat (29/5/2026). Di tengah kunjungan kerja ke wilayah Polsek Wonosari, Kasat Sabhara Polres Boalemo, Ariyanto Mahmud, justru tampil bukan hanya sebagai aparat kepolisian, tetapi juga sebagai khatib sekaligus imam Sholat Jumat.
Kehadiran perwira polisi tersebut sontak menarik perhatian jamaah. Sosok yang sehari-hari dikenal tegas dalam menjaga keamanan masyarakat itu, tampil tenang dan penuh kharisma saat berdiri di atas mimbar menyampaikan khutbah Jumat bernuansa religius dan menyentuh hati.
Menurut sejumlah jamaah, Iptu Ariyanto awalnya hanya berniat melaksanakan Sholat Jumat bersama masyarakat setempat. Namun, karena dinilai memiliki kapasitas dan pemahaman keagamaan yang baik, jamaah kemudian meminta dirinya untuk menjadi khatib sekaligus imam.
Dalam khutbahnya, Iptu Ariyanto mengangkat tema tentang keikhlasan, kesabaran, serta makna pengorbanan dalam peristiwa Idul Adha yang meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.
Ia menyampaikan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi momentum penting untuk mengajarkan umat tentang kepatuhan kepada Allah SWT, keteguhan iman, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian kehidupan.
“Keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan kepada kita bahwa pengorbanan, kesabaran, dan keikhlasan merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Ketika manusia mampu ikhlas menjalani perintah Allah, maka di situlah hadir keberkahan dan kemuliaan,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Khutbah yang disampaikan dengan bahasa sederhana namun penuh makna itu membuat suasana masjid terasa khusyuk. Sejumlah jamaah tampak terharu mendengarkan pesan-pesan moral yang disampaikan oleh Kasat Sabhara tersebut.
Usai pelaksanaan Sholat Jumat, jamaah menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kedekatan Polri dengan masyarakat. Mereka menilai sosok Iptu Ariyanto mencerminkan wajah humanis Polri yang tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga aktif membangun nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Ini membuktikan bahwa Polri benar-benar hadir untuk masyarakat, bukan hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan spiritual warga,” ujar salah satu jamaah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat terjalin tidak hanya melalui tugas keamanan, tetapi juga lewat sentuhan moral, keteladanan, dan nilai-nilai religius yang menyejukkan. (red/)


