Banjir Surut di Rupit, Debit Air di Rawas Ilir Muratara Justru Mulai Naik
MURATARA – Kondisi banjir di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mulai berangsur surut. Namun sebaliknya, debit air di wilayah Kecamatan Rawas Ilir kini mulai mengalami kenaikan dan merendam sejumlah permukiman warga, Minggu (10/5/2026).
Kapolsek Rawas Ilir Iptu Andri Firmansyah mengatakan, pihaknya bersama personel Polsek Rawas Ilir terus melakukan monitoring terhadap perkembangan banjir di wilayah hukum Polsek Rawas Ilir.
“Pada Minggu 10 Mei 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, Polsek Rawas Ilir Polres Muratara telah melakukan monitoring terkait bencana banjir di wilayah hukum Polsek Rawas Ilir,” ujar Kapolsek saat diwawancarai awak media.
Berdasarkan hasil monitoring, dari 13 desa dan kelurahan terdampak banjir, beberapa wilayah mulai mengalami penurunan debit air. Namun sejumlah desa lainnya justru mengalami peningkatan debit air dan banjir mulai masuk ke permukiman warga.
Di Desa Mandi Angin, debit air memang mulai surut, namun masih merendam rumah warga dengan ketinggian mencapai sekitar 65 centimeter atau setinggi paha orang dewasa. Sedikitnya 541 rumah warga terdampak banjir yang tersebar di lima dusun.
Sementara itu, di Desa Beringin Makmur I, air masih merendam sekitar 30 rumah warga dengan ketinggian sekitar 50 centimeter. Sedangkan di Desa Beringin Makmur II, sekitar 15 rumah warga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30 centimeter.
Untuk Kelurahan Bingin Teluk, debit air juga mulai menurun, namun masih menggenangi sekitar 25 rumah warga dengan ketinggian berkisar 25 hingga 45 centimeter.
Di sisi lain, beberapa wilayah justru mengalami peningkatan debit air. Di Desa Tanjung Raja, air mulai masuk ke permukiman warga di Dusun I dan Dusun II dengan ketinggian sekitar 50 centimeter.
Kemudian di Desa Pauh, banjir setinggi sekitar 70 centimeter atau setinggi pinggang orang dewasa merendam sekitar 40 rumah warga di Dusun II. Sedangkan di Desa Pauh I, banjir dengan ketinggian 55 hingga 65 centimeter berdampak pada sekitar 35 rumah warga.
Selain itu, Desa Batu Kucing juga mengalami kenaikan debit air dengan genangan mencapai sekitar 50 centimeter atau setinggi paha orang dewasa.
Kapolsek menjelaskan, hingga saat ini kondisi debit air di wilayah Kecamatan Rawas Ilir masih fluktuatif. Empat wilayah yang mulai mengalami penurunan debit air yakni Kelurahan Bingin Teluk, Desa Mandi Angin, Desa Beringin Makmur I, dan Desa Beringin Makmur II.
Sedangkan wilayah yang mengalami kenaikan debit air yakni Desa Tanjung Raja, Desa Pauh, Desa Pauh I, dan Desa Batu Kucing.
Pihak kepolisian bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa terus melakukan koordinasi untuk memantau titik-titik rawan banjir. Selain itu, patroli dan imbauan kamtibmas juga dilakukan di wilayah terdampak guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat meluapnya air sungai.
( Nasrullah )


