Warga Desa Teratai Terimbas Penambangan Ilegal: Rumah Hancur, Janji Ganti Rugi Hanya Angin Lalu
Pohuwato - Pohon-pohon di sekitar Dusun Teratai, Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo seakan bisu menyaksikan penderitaan yang mendera warganya. Rumah-rumah yang dulunya kokoh berdiri kini tinggal reruntuhan yang terendam lumpur akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Dampak dari kegiatan ilegal ini seakan tak mempedulikan nasib masyarakat setempat, yang kini hidup dalam ketidakpastian.
Kasim Karama, seorang pria berusia 43 tahun, adalah salah satu korban dari aktivitas penambangan tersebut. Rumah miliknya, yang terletak di tengah-tengah kawasan yang terimbas, terendam lumpur akibat ulah penambang liar. Kasim, yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi bentor, bersama istri dan dua anaknya kini terpaksa tinggal menumpang di rumah orang tuanya, setelah rumah mereka tak layak ditempati.
"Saya tidak keberatan orang mencari nafkah, tapi jangan sampai merugikan orang lain," ujar Kasim dengan tegas, saat ditemui di halaman Polres Pohuwato, Rabu (8/4/2026). Ia menegaskan bahwa yang ia inginkan hanyalah keadilan atas kerusakan yang terjadi pada rumah dan kehidupannya.
Namun, perjuangan Kasim bukanlah satu-satunya. Selama lebih dari delapan bulan, warga Desa Teratai, termasuk keluarga Kasim, harus hidup dalam kondisi yang tak manusiawi, terperangkap dalam ancaman lumpur yang terus menggenang rumah mereka. Kepala Dusun pernah berjanji untuk mengganti rugi dengan membangun rumah baru, namun janji tersebut seakan hanya kata-kata kosong yang tak kunjung terwujud.
Kekecewaan pun dirasakan oleh Nuralim Moputi, adik ipar Kasim, yang juga prihatin atas dampak penambangan ilegal ini.
"Kami sudah jelas dirugikan, tapi tindakan nyata dari pihak terkait sangat minim. Janji itu hanya angin lalu," ujarnya dengan nada penuh kekecewaan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun aparat terkait mengenai langkah yang akan diambil untuk menangani masalah ini. Media membuka ruang bagi klarifikasi dari pihak berwenang demi keberimbangan pemberitaan, dan berharap ada tindakan nyata yang bisa memberikan keadilan bagi warga yang terdampak.
Warga Desa Teratai, terutama keluarga Kasim Karama, mendambakan solusi yang konkret untuk mengembalikan kehidupan mereka yang hancur akibat penambangan ilegal.
Mereka tak hanya menginginkan janji, tetapi tindakan nyata dari pemerintah dan aparat penegak hukum yang dapat memberi mereka keadilan dan kehidupan yang lebih baik. (red/)


