Tak Ingin Diseret Polemik, PDAM Kota Gorontalo Tegaskan Sistem Mandiri dan Berbeda

Table of Contents

 


Gorontalo – Polemik kualitas air yang terjadi di Kabupaten Bone Bolango memicu beragam persepsi di tengah masyarakat. Menanggapi hal tersebut, PDAM Kota Gorontalo angkat bicara untuk meluruskan informasi yang dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Melalui juru bicaranya, PDAM Kota Gorontalo menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki keterkaitan dengan persoalan yang saat ini menjadi sorotan mahasiswa terhadap PDAM Bone Bolango. Penegasan ini disampaikan menyusul adanya penyebutan terkait dua sistem distribusi air dalam klarifikasi PDAM Bone Bolango.

“Kami menghormati upaya klarifikasi yang dilakukan PDAM Bone Bolango. Namun perlu kami tegaskan bahwa sistem distribusi air PDAM Kota Gorontalo berdiri sendiri dan tidak terkait dengan persoalan yang saat ini dipersoalkan di wilayah Bone Bolango,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, setiap perusahaan daerah air minum memiliki karakteristik layanan yang berbeda, mulai dari sumber air baku, instalasi pengolahan, hingga jaringan distribusi dan manajemen operasional. Oleh karena itu, menurutnya, tidak tepat jika persoalan di satu wilayah digeneralisasi atau dikaitkan dengan sistem di daerah lain.

“Setiap layanan memiliki sumber air baku, proses pengolahan, dan jaringan pipa yang berbeda. Sehingga tidak bisa digeneralisasi atau dikaitkan tanpa dasar yang jelas,” tambahnya.

Lebih lanjut, PDAM Kota Gorontalo mengingatkan agar polemik yang berkembang tetap difokuskan pada substansi utama, yakni kualitas layanan air di wilayah yang menjadi objek kritik. Hal ini penting agar diskursus publik tetap konstruktif dan tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

“Kami berharap diskursus publik tetap fokus pada penyelesaian masalah yang ada, tanpa menyeret pihak lain yang tidak berkaitan,” tegasnya.

Di sisi lain, sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik, PDAM Kota Gorontalo memastikan bahwa uji kualitas air dilakukan secara berkala sesuai standar yang berlaku. Bahkan, pihaknya menyatakan kesiapan untuk membuka data kepada publik sebagai wujud transparansi.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa polemik kualitas air di Bone Bolango merupakan tanggung jawab pengelolaan masing-masing daerah, tanpa perlu melebar ke wilayah lain yang tidak terkait. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525