Pertamina Respon Penggerebekan Gudang BBM Subsidi Di Musi Rawas Soroti Potensi Manipulasi GPS.
Lubuklinggau – Terkait penggerebekan gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Musi Rawas oleh tim Polda Sumatera Selatan, pihak PT Pertamina Patra Niaga akhirnya memberikan respons resmi.
Manager Fuel Terminal Lubuk Linggau Pertamina Patra Niaga, Wawan Prabawa, didampingi Jr. Spv HSSE dan GA Fuel Terminal Lubuk Linggau, Andi Rizaldi, menyampaikan bahwa pengawasan distribusi BBM sebenarnya telah berjalan sesuai prosedur. Namun demikian, pengawasan tidak dapat dilakukan secara menyeluruh di luar area operasional perusahaan.
“Pengawasan tetap kami lakukan, tapi tidak bisa sepenuhnya di luar area. Setelah mobil tangki keluar dari terminal, itu menjadi tanggung jawab awak kendaraan serta tim pengawas lain di lapangan,” ujar Wawan, Kamis (23/4/2026).
Ia menegaskan, kasus tersebut menjadi alarm keras bagi Pertamina untuk memperketat sistem distribusi BBM subsidi yang selama ini telah berjalan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan guna mencegah celah penyimpangan ke depan.
“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius agar sistem distribusi ke depan lebih rapi dan tidak mudah disalahgunakan,” tegasnya.
Terkait sanksi, Wawan menegaskan bahwa pelanggaran dalam distribusi BBM subsidi merupakan pelanggaran berat dan dapat berujung pada proses hukum pidana.
“Konsekuensinya jelas. Jika terbukti melanggar, itu termasuk pelanggaran berat, apalagi jika berkaitan dengan pidana. Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kronologi dugaan penyimpangan rute mobil tangki yang seharusnya menuju wilayah Rejang Lebong, namun diduga tidak sampai ke tujuan. Sistem GPS pada kendaraan sebenarnya telah terpasang, namun terdapat kemungkinan adanya manipulasi menggunakan alat pengacau sinyal.
Menurutnya, alat tersebut dapat memindahkan titik koordinat kendaraan sehingga pergerakan mobil tangki tidak terpantau secara akurat.
“Alat pengacau GPS saat ini cukup mudah didapatkan. Teknologi ini bisa memanipulasi koordinat dan menyulitkan proses pemantauan,” ungkapnya.
Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian, dan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran serta tidak disalahgunakan.
( Nasrullah )


