Melimpah Ruah, Durian Jadi Primadona dan Sumber Rezeki Warga Ambon
AMBON – 19 April 2026. Musim durian kembali tiba dan menyapa Kota Ambon dalam beberapa pekan terakhir. Buah yang dijuluki sebagai "Raja Buah" ini, dengan ciri khas aroma yang kuat dan rasa legit yang memanjakan lidah, mulai membanjiri pasar-pasar tradisional hingga berjejer rapi di lapak-lapak pinggir jalan. Kehadiran durian dalam jumlah yang melimpah ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat yang telah lama menantikan momen panen tiba.
Di berbagai titik keramaian, para pedagang durian terlihat kebanjiran pembeli. Tumpukan buah dengan beragam ukuran, jenis, dan tingkat kematangan menghiasi setiap lapak jualan, menciptakan suasana khas yang hanya bisa dirasakan saat musim durian tiba. Selain kelimpahan stok, harga jual yang relatif terjangkau jika dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya juga menjadi daya tarik utama, membuat para penikmat durian tak ragu untuk berburu buah kesayangannya.
Dg Abu, salah satu pedagang yang membuka lapaknya di kawasan Pantai Losari Ambon, mengungkapkan kepada RNN.Com bahwa musim durian tahun ini terasa lebih istimewa dan meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kualitas buah yang beredar di pasaran juga tergolong sangat baik.
"Durian tahun ini rasanya lebih manis, dagingnya tebal dan lembut. Makanya banyak orang yang rela berburu dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan durian dengan kualitas terbaik," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa musim panen ini membawa dampak ekonomi yang sangat positif bagi masyarakat, khususnya bagi petani dan pelaku usaha. Banyak warga yang memanfaatkan momentum ini untuk menambah penghasilan, baik dengan memasok hasil panen, membuka lapak dagang, maupun membuka usaha kuliner berbasis durian.
"Rezeki datang bersama musim durian ini. Banyak yang membuka lapak dadakan di pinggir jalan, dari situ mereka bisa menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari," tambahnya.
Tak hanya soal ekonomi, musim durian juga menjadi ajang mempererat kebersamaan sosial. Banyak keluarga, kerabat, hingga kelompok anak muda yang sengaja berkumpul untuk menikmati durian bersama sambil bersantai dan bercengkrama. Suasana akrab dan penuh keceriaan ini kian mempererat tali persaudaraan dan nilai kebersamaan di tengah masyarakat Kota Ambon.
Menyikapi kelimpahan durian yang ada, masyarakat diharapkan dapat menikmati musim ini dengan bijak, baik dalam hal konsumsi maupun dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang ada. Bagi sebagian besar warga, durian bukan sekadar buah kesukaan, melainkan juga menjadi simbol keberkahan yang menjadi sumber rezeki.
Musim durian di Kota Ambon diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, memberikan kesempatan lebih lama bagi masyarakat untuk menikmati kelezatannya.
(Ahmad Latif)


