May Day 2026 di Pohuwato: GEMPAR Turun Gunung, Kawal Aspirasi Buruh hingga Kantor Bupati dan DPRD
Pohuwato – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Kabupaten Pohuwato dipastikan akan diwarnai aksi solidaritas dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Gerakan Mahasiswa Pelajar Randangan (GEMPAR) menyatakan kesiapannya untuk turun langsung mengawal serta memperjuangkan aspirasi kaum buruh, khususnya yang berada di Kecamatan Randangan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rencana aksi pada 1 Mei 2026 yang akan digelar di sejumlah titik strategis. Aksi akan diawali di Perempatan Blok Plan, kemudian massa bergerak menuju Kantor Bupati Pohuwato dan berlanjut ke gedung DPRD Kabupaten Pohuwato. Dalam aksi ini, para peserta akan menyuarakan berbagai tuntutan terkait pemenuhan hak-hak buruh.
GEMPAR menilai bahwa buruh merupakan elemen vital dalam pembangunan daerah yang selama ini kerap luput dari perhatian. Oleh karena itu, suara mereka harus mendapat ruang dan tidak boleh diabaikan. Aksi ini sekaligus menjadi simbol solidaritas mahasiswa dan pelajar terhadap perjuangan pekerja demi kehidupan yang lebih layak.
Momentum May Day juga dimaknai sebagai pengingat bahwa gerakan mahasiswa dan pelajar memiliki tanggung jawab moral untuk tetap berada di garis depan dalam mengawal kepentingan rakyat. Keberpihakan terhadap kelompok rentan, termasuk buruh, dinilai sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial yang merata.
"Kami hadir sebagai bagian dari suara rakyat. Perjuangan buruh adalah perjuangan keadilan. Karena itu, GEMPAR akan terus berdiri di garis depan untuk mengawal aspirasi masyarakat, memperjuangkan hak-hak buruh, dan memastikan pemerintah tidak menutup mata terhadap realitas yang dihadapi para pekerja," demikian pernyataan sikap GEMPAR, Rabu (29/4/2026).
Melalui aksi ini, GEMPAR berharap pemerintah daerah dan para pemangku kebijakan dapat membuka ruang dialog yang konstruktif, mendengar secara langsung aspirasi kaum buruh, serta menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat pekerja di Kabupaten Pohuwato. (red/)


