9 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Lubuklinggau, Satu Anak Luka Ringan
LUBUKLINGGAU – Sebanyak 9 rumah warga di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Data dari Dinas Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana (DPKPPB) Lubuklinggau mencatat, bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, satu orang anak dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan.
Kabid Penanggulangan Bencana DPKPPB Lubuklinggau, Suryo, mengatakan korban merupakan anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun yang mengalami luka di bagian kepala.
“Tidak ada korban jiwa, hanya satu anak yang luka ringan di Kelurahan Batu Urip akibat tertimpa material. Saat ini hanya menjalani rawat jalan,” ujar Suryo, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, angin puting beliung yang disertai hujan dengan intensitas tinggi tersebut berdampak di empat wilayah, yakni Kelurahan Batu Urip, Batu Urip Taba, Wirakarya, dan Karya Bakti.
Rinciannya, di Kelurahan Batu Urip terdapat 5 rumah rusak, Batu Urip Taba 2 rumah, serta masing-masing 1 rumah di Kelurahan Wirakarya dan Karya Bakti.
“Rata-rata kerusakan terjadi pada bagian atap rumah warga yang terbang terbawa angin,” jelasnya.
Selain itu, dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang, masing-masing satu unit di Batu Urip Taba dan satu unit di Kelurahan Batu Urip.
“Ada dua rumah yang tertimpa pohon, sisanya kerusakan pada bagian atap,” tambahnya.
Suryo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana serupa, mengingat saat ini tengah memasuki musim peralihan dari penghujan ke kemarau yang rawan cuaca ekstrem.
“Biasanya terjadi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Kami harapkan masyarakat waspada, terutama memangkas pohon-pohon tinggi di sekitar rumah agar tidak roboh saat angin kencang,” imbaunya.
Ia juga menyarankan warga agar segera menepi dan mencari tempat aman saat berada di luar rumah ketika angin kencang terjadi.
Menurutnya, angin puting beliung umumnya terjadi di daerah terbuka. Di Kota Lubuklinggau, kejadian serupa kerap terjadi di wilayah Lubuklinggau Timur II, Utara II, Selatan II, dan Selatan I.
“Daerah terbuka tanpa penghalang membuat angin lebih mudah menghantam permukiman,” pungkasnya.
( Nasrullah ).


