16 SPPG di Gorontalo Ditutup BGN, Wagub Idah Tegas: IPAL Jadi Syarat Utama Program MBG

Table of Contents

 


Gorontalo – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Gorontalo. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie dalam postingan di akun media sosial pribadinya pada Selasa (1/4/2026).

Penutupan ini dilakukan karena sejumlah fasilitas tersebut tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan, terutama terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, menegaskan bahwa persoalan IPAL menjadi temuan utama dalam inspeksi yang ia lakukan beberapa waktu lalu. Menurutnya, pengelolaan limbah menjadi hal krusial mengingat tingginya volume produksi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Memang beberapa waktu lalu saya sidak, saya sering tanya mana IPAL-nya, selalu mereka jawab nanti akan dibuatkan, sampai sekarang belum ada,” tulis Idah.

Ia menjelaskan, setiap SPPG mampu menyiapkan sekitar 3.000 porsi makanan setiap hari. Tanpa sistem pengolahan limbah yang memadai, aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang serius.

Selain ketiadaan IPAL, ditemukan pula sejumlah pelanggaran lain, di antaranya lokasi operasional yang tidak memenuhi standar karena masih menggunakan ruko sewaan, serta tenaga gizi yang belum bersertifikat atau memiliki sertifikat yang sudah kedaluwarsa.

Adapun 16 SPPG yang ditutup tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Pulubala, Telaga Biru, Batudaa, Sipatana, Liluwo, Marisa, Paguyaman, Tilamuta, Tumbilalato, Tabongo, dan Bulango Timur.

Penutupan ini bersifat sementara. Pemerintah memberikan kesempatan kepada pengelola SPPG untuk segera melengkapi seluruh persyaratan, khususnya pembangunan IPAL dan pemenuhan tenaga ahli gizi bersertifikasi.

“Penutupan ini sampai mereka semua memenuhi kembali semua persyaratan, terutama IPAL dan tenaga ahli gizi,” tegas Idah.

Dampaknya, sejumlah sekolah penerima manfaat program MBG untuk sementara waktu belum dapat menerima layanan distribusi makanan bergizi tersebut.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi pelajar. Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap seluruh SPPG dapat segera berbenah agar program tersebut kembali berjalan optimal. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525