Tradisi Lebaran Ketupat di Gorontalo, Pemuda Desa Kuala Lumpur Gelar “Gebyar Ketupat” untuk Pererat Silaturahmi

Table of Contents

 



Boalemo, Gorontalo – Semangat menjaga tradisi dan mempererat kebersamaan ditunjukkan para pemuda Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, melalui penyelenggaraan event tahunan Gebyar Ketupat “Dulolo Ito Moporame Kambungu”.

Kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan Lebaran Ketupat, tradisi khas masyarakat Gorontalo pasca Idulfitri, ini akan kembali digelar pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 14.30 WITA. Event tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun oleh remaja desa sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ruang mempererat hubungan sosial antarwarga.

Beragam perlombaan tradisional dan hiburan rakyat akan meramaikan kegiatan ini, mulai dari panjat pisang, estafet terigu, tangkap bebek, voli buta, hingga berbagai permainan lainnya yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

Ketua panitia, Melki Wahab, menjelaskan bahwa penamaan kegiatan tersebut memiliki makna khusus bagi masyarakat setempat.

“Kegiatan ini sengaja kami namakan Gebyar Ketupat Dulolo Ito Moporame Kambungu, yang berarti kami ingin meramaikan kampung sekaligus menjalin tali silaturahmi dalam momentum Idulfitri,” ungkap Melki kepada media, Selasa (24/3/2026).

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung dan menyukseskan kegiatan tersebut, baik melalui partisipasi langsung maupun dukungan moril dan material. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan event tahunan ini.

Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat dukungan dari pemerintah desa, termasuk Kepala Desa Kuala Lumpur, Sahrul Abjul, yang dinilai konsisten mendorong aktivitas positif generasi muda di wilayahnya.

Apresiasi juga datang dari tokoh pemuda, Fadli Djafar, S.H., yang menilai kegiatan tersebut memiliki dampak positif dalam menjaga nilai sosial dan budaya masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi semangat remaja Desa Kuala Lumpur yang terus konsisten menggelar kegiatan positif seperti ini. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat persaudaraan dan membangun kekompakan antarwarga. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya,” ujar Fadli.

Melalui kegiatan ini, para pemuda berharap tradisi Lebaran Ketupat tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial serta memperkenalkan kekayaan budaya Gorontalo ke tingkat yang lebih luas. (*) 

Tak-berjudul81-20250220065525