Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Bupati Gorontalo Luncurkan 1.000 Paket Sembako Bersubsidi
GORONTALO – Upaya menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Selasa (3/3/2026), Bupati Gorontalo Sofyan Puhi secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah Bersubsidi Tahun 2026 yang dipusatkan di halaman Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Kecamatan Limboto Barat.
Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Dalam sambutannya, Sofyan Puhi menegaskan bahwa pasar murah bersubsidi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi pengendalian inflasi yang terukur. “Sebanyak 1.000 paket sembako kami siapkan dengan harga Rp60.000 per paket. Nilai ini telah disubsidi pemerintah daerah lebih dari 55 persen dari harga pasar,” ujarnya.
Setiap paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, bawang merah setengah kilogram, dan cabai rawit seperempat kilogram. Selain itu, masyarakat juga dapat membeli komoditas lain dengan harga terjangkau seperti ayam potong Rp35.000 per ekor, ikan tuna Rp25.000 per setengah kilogram, serta gula pasir Rp16.000 per kilogram.
Pelaksanaan pasar murah ini melibatkan berbagai mitra usaha ritel nasional seperti Alfamart dan Indomaret, serta dukungan pelaku usaha lokal. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan penyediaan bahan pokok dengan harga yang lebih rendah dari pasaran.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Olan Laurence Hasiholan Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang terbangun. Ia menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan stabilitas ekonomi daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, serta jajaran organisasi perangkat daerah. Sekitar 1.000 warga memadati lokasi sejak pagi hari untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap program serupa dapat digelar secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kecamatan, sehingga mampu menjadi instrumen efektif dalam menekan gejolak harga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat daerah.
( Rey)


