Penutupan ISCORA 4 di Bonto Perak: Wakil Bupati Pangkep Sebut Remaja Sebagai Agen Strategis Pembangunan Berbasis Keagamaan

Table of Contents

 


Pangkep – Kegiatan ISCORA 4 yang diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid Raodhatul Muflihin (IKRARMU) diakhiri dengan upacara penutupan pada malam Minggu (08/03/2026) di Masjid Raodhatul Muflihin, Kelurahan Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep. Acara yang dihadiri oleh berbagai komponen masyarakat, aparatur pemerintah daerah, serta unsur keamanan ini mengusung narasi tentang sinergi antara institusi keagamaan, pemerintahan, dan aparatur keamanan dalam mengoptimalkan peran remaja sebagai katalisator perubahan berlandaskan nilai-nilai agama universal.

Wakil Bupati Pangkep Drs. H. Abdurrahman Assegaf, Mi. Kom, dalam amanatnya menyatakan bahwa inisiatif seperti ISCORA 4 bukan hanya aktivitas keagamaan sektoral, melainkan memiliki relevansi penting dalam pembangunan daerah berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan manusia seutuhnya. Menurutnya, remaja sebagai kelompok demografis dengan kapasitas kognitif dan afektif yang dinamis berpotensi menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan dimensi sosial, ekonomi, dan budaya. Hal ini selaras dengan konsep pembangunan manusia yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penguatan fondasi nilai sebagai landasan keharmonisan sosial.

Kehadiran Bhabinkamtibmas Polsek Pangkajene Aiptu Amirullah, SH dan Babinsa Koptu Sujarman diinterpretasikan sebagai bentuk transformasi paradigma pelayanan publik yang mengedepankan kolaborasi lintas sektoral berbasis kepercayaan. Lebih dari menjamin keamanan dan kelancaran acara, kehadiran mereka membentuk ekosistem kolaboratif yang menciptakan ruang publik yang inklusif, kondusif, dan sinergis untuk menyelaraskan tujuan kolektif masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan material dan spiritual yang seimbang.

Berdasarkan paparan yang disampaikan Wakil Kapolsek Pangkajene IPTU Muh. Saleh (mewakili Kapolsek Pangkajene IPTU Hasrul., S. Sos), kehadiran personel keamanan dalam kegiatan ini merupakan realisasi konsep pelayanan prima yang terintegrasi dengan prinsip-prinsip humanis dan keagamaan. Dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M – periode yang memiliki makna simbolis dalam penguatan spiritualitas masyarakat – ISCORA 4 memiliki dua dimensi penting: menjamin lingkungan aman dan kondusif bagi peserta, serta memperkuat ikatan silaturahmi dan sinergi antara aparatur keamanan dan masyarakat berbasis rasa saling menghargai.

Turut menghadiri acara tersebut antara lain Camat Pangkajene Hj. Dasriana., S. Sos. MM; Plt. Camat Minasatene H. Anwar., S. Sos; Kepala KUA Pangkajene H. Hamzah Muin., S. Ag; Lurah Bonto Perak Hajrah., S. Sos; Babinsa Kopda Sujarman; Ketua BMKT Pangkajene; Ketua Pengurus Masjid Raodhatul Muflihin Mulyadi., AMd. Pi; serta perwakilan dari komunitas Tomas, Toga, jamaah masjid, dan Majelis Taklim Attahiriyah.

Dalam laporan evaluatifnya, Ketua Remaja Masjid Raodhatul Muflihin Muh. Raihan Anwar menjelaskan bahwa selama pelaksanaan ISCORA 4, peserta mengikuti berbagai aktivitas multidisipliner, termasuk pendidikan agama berbasis pemahaman tekstual dan kontekstual, pengembangan keterampilan hidup sesuai kebutuhan zaman, serta aksi sosial untuk meningkatkan kualitas hidup komunitas sekitar. Ia menegaskan bahwa model kegiatan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi komunitas remaja di wilayah lain dalam mengaktualisasikan peran mereka membangun masyarakat yang lebih inklusif dan sejahtera melalui platform keagamaan progresif.

Penutupan kegiatan ditutup dengan doa bersama, yang menyampaikan pengharapan bahwa hasil yang dicapai melalui ISCORA 4 akan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah berbasis prinsip kebenaran, keadilan distributif, dan kebersamaan inklusif – sebagai prasyarat untuk terwujudnya pembangunan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.


( AL/RNN Com.)

Tak-berjudul81-20250220065525