Modus Baru! Nama Kapolres Boalemo Dicatut, Wartawan Diteror Panggilan Misterius soal PETI

Table of Contents

 



Boalemo, Gorontalo – Praktik pencatutan nama pejabat kembali terjadi dan menimbulkan kekhawatiran. Seorang wartawan di Gorontalo, Arlan R. Arif, mengungkap dugaan penipuan yang mengatasnamakan Kapolres Boalemo terkait isu Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Hutan Sapa.

Peristiwa ini bermula saat Arlan dihubungi oleh nomor tak dikenal pada Rabu (18/03/2026). Nomor tersebut menggunakan foto profil WhatsApp bergambar Kapolres Boalemo dan aktif menanyakan aktivitas pelaku usaha PETI yang sebelumnya pernah diberitakan oleh Arlan.

Tak hanya sekali, komunikasi kembali berlanjut pada Selasa (25/03/2026) pagi. Arlan mengaku menerima hingga empat kali panggilan, termasuk panggilan video dari nomor yang sama.

“ Pada hari Rabu tanggal 18/03/2026, saya di hubungi oleh nomor yang tak di kenal dengan foto profil WhatsApp wajah Kapolres Boalemo, dia tanya tanya soal pelaku usaha yang di PETI hutan safa yang sempat saya beritakan di beberapa Minggu kemarin, dan hari ini saat saya baru bangun tidur Selasa tanggal 25/03 saya dihubungi lagi 4 kali yang terakhir itu bahkan video call,”Ungkap Arlan.

Situasi tersebut dinilai tidak lazim dan mengarah pada dugaan penyalahgunaan identitas pejabat untuk tujuan tertentu. Arlan pun mempertanyakan kredibilitas pihak yang menghubunginya.

“Kalau memang itu resmi, tentu ada mekanisme yang jelas. Ini justru terkesan tidak profesional dan patut dipertanyakan,” ujar Arlan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai aparat, terutama jika komunikasi dilakukan melalui nomor pribadi tanpa identitas resmi yang dapat diverifikasi.

Arlan juga berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Boalemo.

Sementara itu, Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi, S.I.K, saat dikonfirmasi secara terpisah memastikan bahwa nomor tersebut bukan miliknya. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan penipuan dan siap menelusuri lebih lanjut.

"Penipuan. Nomor WhatsAppnya berapa, biar saya Lidik" tegas Kapolres.(*) 

Tak-berjudul81-20250220065525