Manfaatkan Lahan, Lapas Narkotika Muara Beliti Giatkan Penanaman Timun
Muara Beliti — Dalam rangka mendukung program pembinaan kemandirian sekaligus optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersedia, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti kembali menggencarkan kegiatan pertanian melalui penanaman timun di area lahan pembinaan, Rabu (25/03/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Narkotika Muara Beliti dalam mendorong warga binaan untuk terlibat aktif dalam kegiatan yang produktif, bermanfaat, serta memiliki nilai ekonomis. Penanaman timun dilakukan secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan tata cara budidaya yang baik agar hasil panen nantinya dapat maksimal.
Selain sebagai upaya memanfaatkan lahan kosong yang tersedia, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan dalam bidang pertanian. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan dapat memperoleh keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, melalui Kasi Giatja, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman timun ini merupakan bagian dari program pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan keterampilan warga binaan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan semangat produktif kepada warga binaan. Pemanfaatan lahan yang ada menjadi media pembinaan yang positif, sekaligus mendukung program ketahanan pangan dan kemandirian di lingkungan lapas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepedulian warga binaan terhadap lingkungan sekitar. Dengan keterlibatan langsung dalam proses penanaman dan perawatan tanaman, warga binaan tidak hanya menjalani pembinaan secara teori, tetapi juga praktik nyata yang bermanfaat.
Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus berupaya menghadirkan berbagai program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan. Penanaman timun ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menciptakan lingkungan lapas yang lebih hijau, mandiri, dan bernilai guna.
( Nasrullah)


