Lansia 80 Tahun Ditemukan Meninggal Usai Hanyut di Sungai Paguyaman, Operasi SAR Resmi Ditutup
Boalemo, Gorontalo – Duka menyelimuti warga Desa Balate Jaya, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, setelah seorang lansia yang dilaporkan hanyut di Sungai Paguyaman akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Nita Tajiru (80), warga Dusun Bukit Harapan, Desa Balate Jaya. Ia sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus sungai pada Senin (2/3/2026) saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo atau KPP Gorontalo menerima laporan pada Selasa (3/3/2026) dan segera mengerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai yang saat itu sedang meluap deras.
Kepala Seksi Operasi KPP Gorontalo, Halidin La Bidu, menyampaikan bahwa jasad korban ditemukan pada Selasa pagi sekitar pukul 09.22 WITA, masih berada di aliran sungai.
“Korban ditemukan di sungai sekitar pukul 09.22 Wita dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Peristiwa nahas ini bermula ketika Nita seperti biasa berangkat menuju kebunnya pada Senin pagi sekitar pukul 05.30 WITA. Kebun tersebut berjarak kurang lebih tiga kilometer dari kediamannya. Ia beraktivitas hingga siang hari sebelum cuaca tiba-tiba berubah ekstrem.
Sekitar pukul 14.30 WITA, hujan deras mengguyur wilayah Paguyaman disertai arus sungai yang meningkat drastis. Saat hendak kembali ke rumah, korban diduga terseret arus Sungai Paguyaman yang meluap.
Sejak dinyatakan hilang, warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum tim SAR tiba dan mengambil alih operasi penyelamatan. Penemuan jasad korban sekaligus mengakhiri kekhawatiran dan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Setelah proses evakuasi selesai, operasi pencarian secara resmi ditutup oleh tim gabungan dengan suasana penuh duka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai ketika kondisi cuaca ekstrem melanda. (rey)


