Korcam Pendamping Desa Soroti Jembatan Bubode Tak Kunjung Rampung, Anggaran Rp110 Juta Dipertanyakan
Gorontalo Utara – Polemik pembangunan jembatan di Desa Bubode, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara yang hingga kini belum juga rampung mendapat sorotan dari Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendamping Desa, Alfian Abdullah.
Alfian mengungkapkan bahwa pihaknya telah dua kali melakukan turun lapangan (turlap) untuk memastikan kondisi serta progres pembangunan jembatan yang bersumber dari anggaran desa tahun 2025 sebesar Rp110.338.000 tersebut.
Ia menjelaskan, turlap pertama dilakukan pada November 2025 guna memastikan kondisi kegiatan di lokasi pembangunan. Saat itu, dirinya mendapati belum ada tanda-tanda pekerjaan yang dimulai.
“Pada saat saya turun pertama kali di bulan November 2025, belum ada sama sekali pekerjaan yang berjalan di lokasi. Bahkan papan proyek pun belum terpasang,” ujar Alfian, Minggu (8/3/2026).
Selanjutnya, turlap kedua dilakukan bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) untuk memastikan perkembangan kegiatan sekaligus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Bubode.
Menurut Alfian, setiap kunjungan lapangan ke Desa Bubode memerlukan koordinasi yang lebih matang karena situasi dan kondisi desa tersebut dinilai berbeda dengan desa lainnya.
“Turlap kedua kami bersama tenaga ahli. Kalau turun ke Bubode memang harus betul-betul koordinasi dengan baik karena situasinya berbeda dengan desa-desa lain,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut hadir Sekretaris Desa (Sekdes) Bubode, operator desa serta beberapa perangkat desa lainnya. Sementara Kepala Desa Bubode tidak berada di tempat karena sedang menunaikan ibadah umroh.
Sebelum melakukan turlap, Alfian mengaku telah lebih dahulu berkomunikasi dengan Sekdes terkait keberlanjutan pembangunan jembatan tersebut. Saat itu Sekdes memastikan bahwa kegiatan tetap akan dilaksanakan.
“Saya sudah menanyakan apakah kegiatan ini akan tetap dikerjakan atau tidak. Jawaban dari Sekdes saat itu pembangunan jembatan tetap akan dilaksanakan, sehingga kami memberi waktu untuk direalisasikan,” ungkapnya.
Alfian menegaskan, apabila pembangunan jembatan tersebut nantinya terhenti atau tidak dilanjutkan, maka dirinya sebagai Korcam akan melaporkan persoalan tersebut kepada tenaga ahli yang memiliki tugas khusus dalam penanganan masalah kegiatan desa.
“Di pendamping desa ada tenaga ahli khusus penanganan masalah. Pak Fadil sebagai Korwil Tomilito juga memiliki tupoksi untuk menangani jika ada kegiatan yang bermasalah,” katanya.
Saat meninjau lokasi, Alfian juga melihat kondisi jembatan lama yang dinilai sudah cukup memprihatinkan dan berpotensi membahayakan masyarakat.
“Ada beberapa tiang jembatan lama yang sudah mulai miring dan berpotensi roboh, sehingga pembangunan jembatan baru ini sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa secara administrasi, kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran tahun 2025 seharusnya telah selesai pada Desember 2025.
“Semestinya kegiatan tahun anggaran 2025 sudah selesai pada bulan Desember. Walaupun sudah lewat waktu, yang penting pekerjaan tetap berjalan. Namun kalau sudah lewat waktu dan pekerjaannya juga terhenti, tentu perlu dipertanyakan,” tegas Alfian.
Terkait laporan kegiatan, Alfian menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Bubode memang belum dapat menyampaikan laporan realisasi secara penuh karena pekerjaan belum selesai. Meski begitu, progres pekerjaan sebenarnya masih bisa dipantau melalui laporan harian dan mingguan kegiatan.
Selain persoalan pembangunan jembatan, Alfian juga menyoroti keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bubode yang hingga kini belum memiliki badan hukum.
Ia menegaskan ada dua hal yang menjadi perhatian utama pendamping desa di wilayah tersebut.
“Pertama, kami mendorong agar BUMDes segera diurus sehingga memiliki badan hukum, karena saat ini tinggal Desa Bubode yang belum. Kedua, kami juga berharap pembangunan jembatan tersebut bisa segera diselesaikan,” pungkasnya.
( Nasrullah )


