Internet Desa Bermasalah: Warga Gorontalo Dipaksa Beli Voucher Berulang, Layanan Babarida Diduga Rugikan KoBermasalahnsumen

Table of Contents

 



Gorontalo – Akses internet yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar di era digital justru berubah menjadi beban bagi warga Desa Biluhu Tengah, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo. Layanan WiFi berbasis voucher “Babarida” yang banyak digunakan masyarakat setempat dilaporkan sering bermasalah, memicu keluhan serius karena dinilai merugikan konsumen secara berulang.

Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan, Minggu (22/3/2026), bahwa dirinya terpaksa bergantung pada voucher internet tersebut untuk menunjang pekerjaan harian. Minimnya pilihan provider dengan jaringan stabil di wilayah itu membuat warga tidak memiliki alternatif lain selain membeli voucher WiFi eceran.

Namun, kondisi di lapangan jauh dari harapan. Voucher yang dibeli kerap tidak dapat digunakan, bahkan untuk login ke jaringan pun sering gagal. Masalah ini, menurutnya, bukan kejadian sporadis, melainkan terjadi hampir setiap hari.

“Ironisnya, kami harus terus membeli voucher baru karena yang sebelumnya tidak bisa dipakai. Mau tidak mau harus keluar uang lagi,” ujarnya.

Dengan harga Rp3.000 untuk durasi 10 jam, warga tersebut mengaku bisa membeli hingga lima voucher dalam sehari akibat gangguan yang berulang. Artinya, dalam sehari ia mengeluarkan sekitar Rp15.000 tanpa jaminan akses internet yang layak.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, potensi kerugian dalam sebulan menjadi signifikan, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Situasi ini memunculkan dugaan adanya layanan yang tidak optimal serta lemahnya perlindungan terhadap hak-hak konsumen di sektor layanan digital pedesaan.

Merasa dirugikan, warga berencana melaporkan persoalan ini ke Yayasan Lembaga Konsumen Gorontalo. Selain itu, langkah koordinasi dengan pihak Telkom Indonesia juga akan dilakukan guna memastikan status legalitas dan kemitraan layanan Babarida.

Upaya ini dinilai penting untuk mengurai tanggung jawab serta mendorong adanya transparansi dan perbaikan kualitas layanan bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Telkom Indonesia maupun pengelola layanan Babaridanet. Redaksi membuka ruang klarifikasi kepada seluruh pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan. (red/)

Tak-berjudul81-20250220065525