Hadiri Peluncuran Prodi Dokter Spesialis UNG, Gubernur Gusnar Ismail Soroti Tingginya Biaya Pendidikan Kedokteran

Table of Contents

 


GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menghadiri peluncuran Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (04/03/2026). Momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan pendidikan kedokteran lanjutan di Provinsi Gorontalo.

Peluncuran program studi dokter spesialis, khususnya anestesi, dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta memperkuat ketersediaan sumber daya manusia medis di daerah. Kehadiran program ini sekaligus mempertegas sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Fakultas Kedokteran UNG yang telah dirintis puluhan tahun lalu hingga kini menunjukkan perkembangan signifikan. Ia mengakui, capaian tersebut merupakan lompatan besar dalam sejarah pendidikan kedokteran di Gorontalo.

“Fakultas Kedokteran ini sudah dirintis puluhan tahun lalu dan Alhamdulillah kini terus berkembang. Hari ini kita menyaksikan lompatan yang cukup berarti dengan dibukanya prodi anestesi,” ujarnya.

Namun di balik apresiasi tersebut, Gubernur juga menyinggung persoalan klasik yang kerap menjadi perhatian masyarakat, yakni tingginya biaya pendidikan, terutama di Fakultas Kedokteran. Menurutnya, persepsi tentang mahalnya pendidikan masih menjadi tantangan yang harus dicarikan solusi bersama.

“Kalau kita bicara pendidikan, apalagi Fakultas Kedokteran, relatif mahal. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.

Gusnar mengaku, komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui skema beasiswa, telah menjadi bagian dari visinya sejak masa kontestasi Pilkada. Namun setelah menjabat dan melakukan penghitungan anggaran secara tematik, ia menyadari besarnya kebutuhan pembiayaan yang harus disiapkan pemerintah daerah.

“Saya dulu berapi-api bicara peningkatan kualitas SDM dan pemberian beasiswa. Tapi setelah dihitung secara detail, anggarannya memang sangat besar. Ini masih menjadi bahan kajian kami bersama,” jelasnya.

Ia menilai, solusi pembiayaan pendidikan kedokteran memerlukan pendekatan kolaboratif dan kajian mendalam dengan melibatkan seluruh pihak. Mengingat perguruan tinggi negeri telah menerapkan pola Badan Layanan Umum (BLU), struktur pembiayaan dan pendapatan sudah dirancang secara mandiri oleh institusi.

“Kita meminta perguruan tinggi menurunkan biaya, hampir tidak mungkin. Karena mereka sudah berstatus BLU yang memiliki perencanaan pendapatan dan pembiayaan sendiri. Maka ini perlu dikaji bersama,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Provinsi Gorontalo membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan sektor swasta melalui pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang diarahkan pada sektor prioritas, termasuk pendidikan kedokteran.

Peluncuran program studi dokter spesialis ini diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan medis lanjutan di Gorontalo, tetapi juga memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan di wilayah tersebut.

     ( Rey) 

Tak-berjudul81-20250220065525