Diduga Lalai Tangani Pasien Kritis, Keluarga Mahasiswa 22 Tahun Soroti Pelayanan RSUD Iwan Bokings

Table of Contents



Boalemo – Duka mendalam menyelimuti keluarga pasien berinisial AG (22), seorang mahasiswa Universitas Ichsan Boalemo yang juga merupakan ayah dari satu anak. Warga Kabupaten Boalemo itu dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 15.00 WITA, setelah sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Dr. Ir. Iwan Bokings sejak Rabu (25/3/2026).

Kematian AG memicu kekecewaan dari pihak keluarga. Orang tua, kakak, dan kerabat dekat menilai pelayanan medis yang diberikan rumah sakit tidak maksimal, terutama saat pasien berada dalam kondisi kritis. Mereka mengeluhkan tidak adanya dokter yang menangani secara langsung pada waktu-waktu genting.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media pada Jumat (27/3/2026), pihak keluarga membeberkan kronologi kejadian. Disebutkan, kekecewaan mulai muncul saat pasien dipindahkan dari Unit Gawat Darurat (UGD) ke ruang perawatan (bangsal).

Menurut pengakuan keluarga, sejak malam hingga pagi hari saat kondisi pasien memburuk, tidak ada dokter yang datang untuk memantau perkembangan kesehatan AG.

“Satu pun perawat atau dokter tidak ada di meja mereka. Saya cari berkali-kali sampai subuh baru ada, itu pun katanya mungkin sedang pergantian shift atau baru bangun dari tidur,” ujar Adrian, kakak kandung pasien, dalam rekaman percakapan.

Selain itu, keluarga juga menyoroti lambatnya penanganan ketika pasien mengalami sesak napas dan membutuhkan bantuan oksigen. Kondisi tersebut dinilai memperparah keadaan pasien yang seharusnya mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

Tak hanya itu, keluarga juga mempertanyakan kejelasan diagnosis medis yang dianggap simpang siur. Awalnya, pihak rumah sakit menyebut pasien mengalami alergi. Namun setelah AG meninggal dunia, diagnosis yang disampaikan justru berubah menjadi penyakit jantung.

“Kami dari keluarga merasa sangat kecewa. Kalau memang tidak mampu menangani atau fasilitas penuh, seharusnya sejak awal dirujuk ke rumah sakit lain, bukan dibiarkan tanpa penanganan yang pasti,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga bersama awak media masih menunggu klarifikasi resmi dari manajemen RSUD Dr. Ir. Iwan Bokings terkait dugaan kelalaian dalam prosedur penanganan pasien tersebut.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan memunculkan desakan agar kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di fasilitas kesehatan milik pemerintah, dapat dievaluasi secara menyeluruh oleh instansi terkait guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.


        ( Rey ) 

Tak-berjudul81-20250220065525