Dari Desa ke Nasional: Gebyar Ramadhan KKD UMGO Hidupkan Spirit Kebersamaan dan Religi di Gorontalo
Gorontalo – Semangat Ramadhan 1447 Hijriah terasa begitu hidup di Desa Biluhu Tengah, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo. Ratusan warga tumpah ruah memadati Gedung Serbaguna Edy Yusuf Pakaya pada Minggu (2/3/2026) malam, menghadiri pembukaan Gebyar Ramadhan yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Angkatan XXIX Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO).
Mengusung tema “Ramadhan Penuh Cinta Bersama KKD UMGO”, kegiatan ini menghadirkan nuansa berbeda di tengah masyarakat desa. Berbagai lomba keagamaan seperti azan, fashion show islami, acak huruf, hingga sambung ayat menjadi daya tarik utama, sekaligus wadah mempererat silaturahmi lintas generasi.
Kepala Desa Biluhu Tengah, Eddy Yusuf Pakaya, S.IP melalui Ketua BPD, Harjon Ibrahim, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan energi positif di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga momentum membangun kebersamaan dan semangat religius warga. Harapannya bisa menjadi inspirasi bagi pemuda dan pemerintah desa ke depan,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Gebyar Ramadhan ini merupakan bagian dari program mahasiswa KKD yang disesuaikan dengan momentum bulan suci. Seluruh rangkaian kegiatan digelar usai salat tarawih, dari pembukaan hingga babak final. Panitia sebelumnya sempat mempertimbangkan kegiatan olahraga, namun akhirnya memilih konsep religius agar lebih relevan dan inklusif bagi semua kalangan.
Ketua panitia, Airul Mardiyah Amaji, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman Ramadhan yang lebih berkesan, khususnya bagi anak-anak.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tapi juga membangun keberanian anak-anak untuk tampil dan percaya diri,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat menjadi bukti keberhasilan kegiatan ini. Lebih dari 100 warga hadir memadati lokasi acara, bahkan sebagian rela berdiri di luar gedung karena keterbatasan tempat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur pemerintah desa, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda setempat.
Dari sekitar 30 peserta yang mendaftar, sebanyak 20 peserta berhasil tampil dalam berbagai perlombaan. Suksesnya acara ini tak lepas dari dukungan penuh masyarakat, termasuk kontribusi donasi yang berhasil dihimpun panitia sebesar Rp4.223.000 untuk menunjang pelaksanaan kegiatan.
Penutupan acara berlangsung meriah dengan babak final lomba dan penyerahan hadiah kepada para pemenang, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, Gebyar Ramadhan KKD UMGO menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi mahasiswa dan masyarakat desa mampu menghadirkan dampak sosial yang luas. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin, sekaligus inspirasi bagi daerah lain dalam menghidupkan nilai-nilai kebersamaan dan religiusitas di bulan suci Ramadhan.
( Rey )


