Video Warga Tolangohula Viral, Bupati Sofyan Puhi Bergerak Cepat: Kadis Diutus Temui PT PG Gorontalo
Gorontalo — Video viral yang memperlihatkan warga Kecamatan Tolangohula meluapkan kekecewaan di kantor PT PG Gorontalo akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Bupati Gorontalo, H. Sofyan Puhi, S.T., menegaskan tidak tinggal diam menyikapi kegaduhan yang mencerminkan tersumbatnya komunikasi antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (3/2/2026) dan dengan cepat menyedot perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, Yusuf, perwakilan warga Desa Gandaria, Kecamatan Tolangohula, tampak meluapkan emosi setelah merasa diabaikan berjam-jam saat hendak berdialog dengan pihak manajemen PT PG Gorontalo.
Saat dikonfirmasi media pada Rabu (4/2/2026), Bupati Sofyan Puhi memastikan pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat untuk merespons keresahan masyarakat. Ia mengaku telah mengutus kepala dinas terkait untuk menemui pihak perusahaan guna melakukan klarifikasi sekaligus membuka ruang komunikasi yang selama ini dinilai buntu.
"Butuh konfirmasi ke PG, saya sudah tugaskan kadis,” ujar Bupati singkat namun tegas.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Bupati Gorontalo untuk tidak menutup mata terhadap aspirasi masyarakat, terlebih ketika persoalan tersebut telah berkembang menjadi konsumsi publik dan berpotensi memicu konflik sosial yang lebih luas.
Diketahui, Yusuf bersama sejumlah warga mendatangi kantor PT PG Gorontalo dengan maksud menyampaikan aspirasi secara baik-baik. Isu utama yang hendak disuarakan adalah dugaan minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan karyawan musim tebang. Warga menilai perusahaan justru lebih memprioritaskan pekerja dari luar daerah, sementara masyarakat lokal terpinggirkan di wilayahnya sendiri.
Namun, upaya dialog tersebut tidak membuahkan hasil. Yusuf mengaku tidak satu pun pimpinan perusahaan menemui mereka, meski telah menunggu dalam waktu yang cukup lama. Situasi itulah yang akhirnya memicu luapan emosi dan terekam dalam video yang kemudian viral.
Warga menilai sikap PT PG Gorontalo bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan mencerminkan tertutupnya pintu dialog terhadap masyarakat yang hidup berdampingan langsung dengan aktivitas perusahaan. Padahal, dampak operasional perusahaan, mulai dari persoalan limbah hingga kerusakan infrastruktur, dirasakan langsung oleh warga Tolangohula.
Di tengah situasi yang memanas, langkah cepat Bupati Gorontalo dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak membiarkan warganya berjuang sendiri. Warga berharap kehadiran pemerintah dapat menjadi penyeimbang agar dialog antara perusahaan dan masyarakat dapat berlangsung secara adil, terbuka, dan bermartabat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT PG Gorontalo belum memberikan keterangan resmi terkait insiden viral tersebut maupun langkah konkret yang akan diambil untuk merespons tuntutan masyarakat.
Sementara itu, warga Tolangohula menegaskan bahwa mereka tidak menuntut berlebihan. Mereka hanya meminta satu hal sederhana: hak untuk didengar dan dilibatkan di tanah mereka sendiri. Harapan pun disematkan agar perhatian Bupati Gorontalo tidak berhenti pada penugasan semata, melainkan berujung pada solusi nyata yang berpihak pada keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat lokal. (rey)


