TNI–Polri Jadi Motor Edukasi Otomotif, Golden Drag War 2026 Tekan Aksi Balap Liar di Gorontalo
Bone Bolango, Gorontalo – Ajang balap bergengsi Golden Drag War 2026 yang digelar pada 13–15 Februari 2026 di ruas Jalan Bypass Bone Bolango sukses menyedot perhatian publik otomotif nasional. Event yang diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama Golden Boy Racing Family ini mencatat lebih dari 500 starter dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.
Tidak sekadar menjadi arena adu kecepatan, event ini juga menjadi panggung sinergi positif antara TNI-Polri dan komunitas otomotif. Koramil 1316-02/Paguyaman menunjukkan partisipasi aktif dengan mengutus Kopka Rafit Podung sebagai pegiat otomotif yang turun langsung dalam kompetisi.
Tak kalah semangat, Polsek Paguyaman juga mengirimkan Aipda Chandra Yulianto untuk ambil bagian dalam ajang nasional tersebut. Keterlibatan keduanya menjadi bukti nyata bahwa aparat keamanan tidak hanya menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga hadir mendukung aktivitas generasi muda yang positif dan terarah.
Kopka Rafit Podung dan Aipda Chandra Yulianto tergabung dalam Axella Ilyas Laba-laba Racing Team Gorontalo, yang didukung sponsor Ilyas Laba-laba, bermarkas di Desa Wonggahu, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Kehadiran tim ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Paguyaman.
Sejumlah klub besar turut meramaikan event ini, di antaranya IPRT, Golden War, Axella Ilyas Laba-laba Gorontalo, Brio Squad, serta tim-tim dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Antusiasme peserta dan penonton memadati arena sejak hari pertama hingga babak final.
Lebih dari sekadar kompetisi, Golden Drag War 2026 membawa dampak sosial yang signifikan. Ajang resmi ini dinilai mampu mengurangi aksi balap liar yang selama ini kerap dilakukan sebagian anak muda di Kecamatan Paguyaman.
Melalui momentum ini, Kopka Rafit Podung dan Aipda Chandra Yulianto mengajak para generasi muda Paguyaman untuk menyalurkan hobi otomotif melalui event-event resmi yang difasilitasi IMI. Mereka menegaskan bahwa balap liar tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berisiko membahayakan diri sendiri dan orang lain.
“Kalau hobi balap, salurkan di event resmi seperti ini. Lebih aman, terukur, dan berprestasi,” pesan keduanya kepada para pemuda Paguyaman.
Rangkaian Golden Drag War 2026 resmi ditutup pada Minggu (15/2/2026) di Pyur Gorontalo dengan suasana meriah dan penuh apresiasi bagi para juara serta seluruh pihak yang telah menyukseskan event nasional tersebut.
( Rey )


