Sidang Adat Tengeyamo Ketuk Palu 1 Ramadhan 1447 H, Bupati Rum Pagau: Jangan Biarkan Perbedaan Jadi Pemecah Umat

Table of Contents

 



Boalemo – Suasana khidmat menyelimuti Rumah Jabatan Bupati Boalemo, Selasa (17/2/2026), saat Pemerintah Kabupaten Boalemo menggelar sidang adat tengeyamo untuk menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah. Momentum sakral ini menjadi penanda dimulainya bulan suci yang dinanti-nantikan umat Islam.

Sidang adat tersebut dihadiri langsung Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, Wakil Bupati Lahmudin Hambali, Ketua Adat Kabupaten Boalemo Mizan Uwade, unsur Forkopimda, serta pimpinan OPD. Kehadiran para pemangku kebijakan dan tokoh adat mempertegas bahwa penentuan awal Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari tradisi dan kearifan lokal yang dijunjung tinggi masyarakat Boalemo.

Dalam sambutannya, Bupati Rum Pagau menegaskan bahwa sidang adat tengeyamo dilaksanakan untuk menyelaraskan keputusan pemerintah pusat dan majelis ulama terkait penetapan awal puasa. Berdasarkan hasil penetapan, 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Mari kita sambut dengan hati yang bersih, memperbanyak sedekah, serta menjauhi segala hal yang dapat merusak nilai ibadah kita,” ujar Rum Pagau dengan penuh harap.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pandangan dalam penentuan awal Ramadhan sebagai sumber perpecahan. Menurutnya, persatuan dan kekhusyukan dalam beribadah jauh lebih utama dibanding memperdebatkan perbedaan.

“Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi pemicu perpecahan di antara umat. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalankan ibadah dengan khusyuk dan penuh keikhlasan,” tegasnya.

Bupati berharap seluruh masyarakat Boalemo dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik, memperkuat silaturahmi, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri dan mempererat persaudaraan.

Sidang adat tengeyamo tahun ini bukan hanya menjadi penentu awal Ramadhan, tetapi juga simbol kuatnya sinergi antara pemerintah, adat, dan masyarakat dalam menjaga harmoni serta nilai-nilai keagamaan di Bumi Boalemo.


        ( Rey ) 

Tak-berjudul81-20250220065525