Selamat Hari Jadi ke-66 Wanuakku Pangkep: Wajah Indonesia dalam Skala Kecil

Table of Contents

 


Makassar,- 9 Februari, 2026 - Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, yang secara konvensional disingkat sebagai "Pangkep", merupakan salah satu entitas daerah otonom yang berada dalam cakupan wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Secara demografis dan antropologis, daerah ini mencerminkan dinamika pluralitas budaya nusantara, dengan komposisi penghuninya berasal dari Suku Bugis, Makassar, dan Mandar – di mana dua suku pertama mendominasi struktur sosial masyarakat lokal.

Dari perspektif analisis sistem wilayah, esensi yang dapat dikontekstualisasikan dari Kabupaten Pangkep adalah representasi mikro (miniatur) dari keseluruhan bangsa Indonesia. Secara ekologis, daerah ini dianugerahi keragaman komponen alam yang sangat komprehensif; dalam satu cakupan wilayah administratif, terdapat ragam ekosistem yang saling melengkapi, mulai dari hamparan laut yang luas membentang, bentangan pegunungan yang menjulang tinggi, lahan tambak yang produktif, areal persawahan yang berperan sebagai pijakan ketahanan pangan dan kehidupan masyarakat, hingga kawasan perkebunan yang memiliki potensi ekonomi strategis. Kekayaan alam semacam itu bukan sekadar aset estetika atau kumpulan sumber daya alam semata, melainkan modal pembangunan berkelanjutan yang memerlukan tata kelola yang terstruktur dan berwawasan panjang agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Pangkep, sekaligus berkontribusi pada dinamika pembangunan nasional.

Pada dimensi maritim, potensi Kabupaten Pangkep menunjukkan kedudukan yang signifikan dalam tataran provinsi. Luas wilayah lautnya secara kuantitatif melampaui luas daratan, menjadikannya sebagai kabupaten dengan wilayah laut terluas kedua di Provinsi Sulawesi Selatan setelah Kabupaten Kepulauan Selayar. Secara administratif, wilayah maritim ini mencakup ratusan pulau yang tersebar di lautan, di mana sebagian besar penduduk kepulauan mengandalkan sektor perikanan laut sebagai basis mata pencaharian utama – sebuah realitas yang sejalan dengan identitas Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki wilayah laut yang luas.

Selain sektor perikanan tangkap, Kabupaten Pangkep juga menonjol dalam pengelolaan ekosistem tambak, dengan distribusi lahan tambak yang hampir meliputi seluruh wilayah geografisnya. Produktivitas yang tinggi dalam sektor ini menjadikan komoditas seperti ikan bandeng, udang, dan hasil perikanan budidaya lainnya tersedia secara melimpah, sehingga memberikan julukan yang tepat bagi daerah ini sebagai "Kota Bandeng". Sebagai bentuk optimalisasi penggunaan lahan sesuai dengan dinamika iklim dan musim, sebagian kawasan tambak di Kabupaten Pangkep juga bertransformasi menjadi sentra produksi garam selama musim kemarau, menunjukkan kemampuan adaptif masyarakat dalam mengelola sumber daya alam sesuai dengan kondisi lingkungan.

Pada sektor pertanian makanan pokok, areal persawahan yang cukup luas menjadi pijakan ekonomi bagi sebagian besar masyarakat yang bekerja sebagai petani padi, menjadikan sektor ini sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan lokal. Selain itu, potensi geologis daerah ini juga dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung industri nasional; keberadaan formasi gunung batu kapur sebagai bahan baku utama industri semen telah menjadi dasar bagi berdirinya PT. Semen Tonasa – sebuah badan usaha milik negara yang tidak hanya berkontribusi pada perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja dan roda ekonomi lokal, tetapi juga berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur di tingkat nasional.

Pada dimensi perkebunan, Kabupaten Pangkep juga dikenal sebagai salah satu daerah yang membudidayakan berbagai jenis komoditas buah-buahan dengan potensi nilai tambah tinggi. Salah satu contoh yang menonjol adalah buah jeruk pamelo – jenis jeruk berukuran besar yang tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk olahan seperti minuman sirup dan bentuk produk lainnya yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Jika kita mengkaji dalam skala makro sebagai bangsa Indonesia, negara kita dikenal sebagai entitas yang sangat kaya akan keragaman dan kelimpahan sumber daya alam. Pada skala mikro di tingkat kabupaten, Pangkep secara empiris menunjukkan karakteristik yang sama; memiliki sumber daya alam yang melimpah dan beragam, sehingga secara konseptual dapat dikatakan bahwa Pangkep adalah wujud konkrit dari miniatur Indonesia.

Tentu saja, masih banyak aspek dan informasi tentang Kabupaten Pangkep yang belum dapat diuraikan secara komprehensif dalam tulisan ini. Oleh karena itu, pada kesempatan mendatang, akan dilakukan eksplorasi yang lebih mendalam dan menyeluruh terkait potensi dan dinamika pembangunan daerah ini.

Selamat Hari Jadi ke-66 Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), wanuakku yang telah menjadi tempat kelahiran dan lingkungan pembentukan identitas penulis. Semoga ke depan, daerah ini semakin menunjukkan kemajuan dan kesejahteraan yang merata, dengan menjaga kelestarian sumber daya alamnya, serta mengelolanya secara bijak dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.*


( AL/ RNN Com. )

Tak-berjudul81-20250220065525