Mushollah Polres Pangkep Jadi Tempat Sakral Ikat Suci Pernikahan Muda yang Berawal dari Musibah
PANGKEP – Suasana haru yang menyatu dengan kegembiraan menyelimuti Mushollah Polres Pangkep pada Selasa (10/02/2026). Ruang yang biasanya digunakan untuk ibadah dan refleksi menjadi tempat bersejarah bagi seorang sopir kontainer muda berinisial MAR (19 tahun) asal Kabupaten Takalar, saat ia resmi mengikatkan diri dalam ikatan pernikahan.
Peristiwa bahagia ini bermula dari sebuah insiden yang tidak diinginkan. Pada Rabu (04/02/2026), MAR mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep. Dalam momen sulit itu, ia bersentuhan dengan jajaran Polres Pangkep bukan sebagai pelanggar, melainkan sebagai warga masyarakat yang membutuhkan bantuan dan pertolongan.
Selama masa pemulihan dan pendampingan yang diberikan, terungkap niat tulus MAR untuk segera menikahi pujaan hatinya. Niat baik tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari pihak Polres Pangkep, yang kemudian dengan penuh empati dan kepedulian memfasilitasi prosesi akad nikah sederhana namun tetap dilaksanakan dengan khidmat di Mushollah yang berada dalam kompleks Polres Pangkep.
Prosesi akad berlangsung dengan penuh kehangatan. Air mata bahagia mengalir deras dari kedua mempelai maupun keluarga yang hadir menyaksikan momen sakral tersebut. Dengan balutan adat yang sederhana, doa-doa tulus yang dilantunkan, serta senyum hangat dari para saksi, momen itu menjadi bukti bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu diukur dari kemewahan, melainkan dari kedalaman ketulusan hati dan rasa kebersamaan.
Turut hadir dan menyaksikan pernikahan tersebut adalah keluarga kedua mempelai, tokoh agama, serta sejumlah personel Polres Pangkep yang dengan sukarela menjadi bagian dari cerita hidup pasangan muda ini. Pada hari itu, Mushollah Polres Pangkep bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi bisu bahwa di balik tugas penegakan hukum dan seragam yang dikenakan, anggota Polri juga memiliki wajah humanis yang penuh dengan empati terhadap masyarakat.
Kisah yang dialami MAR menjadi sebuah pengingat bahwa di balik setiap musibah, terkadang tersimpan berkah yang tak terduga. Perjalanan hidupnya yang sempat terhenti karena kecelakaan, kini berlanjut menuju babak baru dengan ikatan suci pernikahan – dari luka yang menyakitkan menuju harapan yang penuh warna.
Dalam kesempatan ini, Polres Pangkep kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai lembaga penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom yang siap memberikan bantuan, berbagi kepedulian, serta mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah kerja.*
( AL/ RNN Com. )



