Hari Pertama MBG di Desa Simpang Gegas Temuan, Guru: Anak Lebih Senang Makan Bersama di Sekolah.
MUSI RAWAS — Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Sehat sebagai bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi berjalan di Desa Simpang Gegas Temuan, Kabupaten Musi Rawas, Kamis (5/2/2026). Pelaksanaan hari pertama berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari pihak sekolah serta para siswa.
Kepala SPPG, Pebbri Yolanda, S.H, menjelaskan bahwa sistem perekrutan tenaga kerja dilakukan secara terbuka dengan memprioritaskan warga sekitar, khususnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
“Rekrutmen kami buka untuk umum, tetapi kami mengutamakan warga sekitar agar program ini juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pengolahan makanan dilakukan dengan pengawasan ketat, mulai dari pengecekan bahan baku, persiapan, pengolahan, pemorsian hingga distribusi.
“Jika ada bahan yang tidak layak, langsung kami kembalikan. Semua tahapan harus melewati kontrol kualitas agar makanan tetap aman, higienis, dan bergizi,” jelas Pebbri.
Pada hari pertama, penyaluran dilakukan ke 15 sekolah dengan total 1.134 siswa. Ke depan, distribusi akan diperluas secara bertahap hingga menjangkau 26 sekolah dengan total 1.913 siswa di wilayah TPK, mencakup jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.
“Sistem operasional dikelola langsung oleh SPPG yang dibantu tenaga ahli gizi, bagian akuntansi, asisten lapangan, serta relawan. Komposisi gizi kami atur seimbang, terdiri dari nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah sesuai kebutuhan siswa,” katanya.
Pihak sekolah pun menyambut baik pelaksanaan MBG. Salah satu guru yang diwawancarai awak media menyebut program ini sangat menunjang proses belajar mengajar.
“Menurut kami, Makan Bergizi Gratis sangat dibutuhkan sekolah. Alhamdulillah tidak ada kendala. Siswa tidak merasa lapar, jadi lebih semangat belajar dan mereka juga senang makan bersama di sekolah,” ungkapnya.
Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut ke depan agar kesehatan dan motivasi belajar siswa semakin meningkat.
“Kami berharap program ini terus berjalan, sehingga anak-anak makin sehat dan semangat menuntut ilmu,” tutupnya.
(Nasrullah).


