DLH Pangkep Ajak Sukarelawan dan Komunitas Kolaborasi Tangani Masalah Sampah, Kadis Buka Akses Komunikasi Langsung

Table of Contents

 



Pangkep, – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) secara resmi mengajak sukarelawan, komunitas pecinta lingkungan, serta generasi muda untuk terlibat aktif dalam penanganan persoalan lingkungan hidup, khususnya permasalahan sampah yang masih menjadi tantangan di wilayah tersebut.

Ajakan kolaboratif ini disampaikan Kepala DLH Pangkep, Lukman Murtala, dalam pertemuan dengan awak media di Kantor DLH Pangkep, Senin (2/2/2026). Lukman menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membuka ruang partisipasi yang luas bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian dan komitmen nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan.

"Kami mengajak para sukarelawan dan komunitas yang peduli dengan lingkungan hidup untuk bergabung bersama DLH Pangkep. Mari kita bersama-sama mengambil tindakan konkret, bukan hanya berbicara tentang permasalahan. Persoalan lingkungan membutuhkan kerja sama yang sinergis dari semua pihak," ujar Lukman Murtala.

Menurutnya, permasalahan sampah dan kebersihan lingkungan tidak dapat diselesaikan secara mandiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kontribusi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, terutama komunitas yang telah konsisten melakukan gerakan dan kegiatan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.

Sebagai wujud nyata dari komitmen keterbukaan dan keseriusan dalam menangani permasalahan tersebut, Lukman membuka akses komunikasi langsung dengan membagikan nomor telepon pribadinya. Saluran ini diperuntukkan bagi sukarelawan, komunitas, maupun masyarakat umum yang ingin melakukan diskusi, menyampaikan gagasan inovatif, hingga menawarkan solusi konkret terkait penanganan lingkungan dan sampah di Pangkep.

"Saya secara terbuka memberikan akses komunikasi langsung. Silakan menghubungi saya melalui nomor pribadi untuk berdiskusi, memberikan masukan konstruktif, atau mengusulkan solusi terbaik yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan sampah di Kabupaten Pangkep," tegasnya.

Lukman juga menanggapi dinamika publik yang muncul di media sosial terkait persoalan sampah di wilayah ini. Menurutnya, kritik yang disampaikan merupakan bagian penting dari kontrol publik yang sehat, namun akan memiliki nilai lebih besar jika diimbangi dengan langkah nyata dan kontribusi solutif.

"Bagi masyarakat yang sering menyampaikan kritik melalui media sosial, kami sangat menyambut baik jika dapat datang langsung dan bergabung dalam upaya penanganan. Sampaikan solusi terbaik yang dapat diterapkan: bagaimana mengelola sampah dengan baik, sistem apa yang perlu diterapkan, serta peran masing-masing pihak agar lingkungan kita benar-benar menjadi lebih bersih," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pangkep telah melakukan upaya maksimal dalam menangani permasalahan tersebut, antara lain dengan menyediakan fasilitas dan infrastruktur tempat sampah di berbagai titik pemukiman. Namun demikian, upaya tersebut tidak akan memberikan hasil optimal tanpa dukungan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat.

DLH Pangkep berharap ajakan kolaborasi ini dapat melahirkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, sukarelawan, dan komunitas pecinta lingkungan, guna mewujudkan Kabupaten Pangkep yang bersih, sehat, dan berkelanjutan sesuai prinsip pembangunan ekologis.*


( Ahmad Latif )

Tak-berjudul81-20250220065525