BUPATI PANGKEP RESMI BUKA PASAR TAKJIL QRIS KULINER RAMADHAN 2026, AKSELERASI TRANSFORMASI DIGITAL EKONOMI LOKAL
Pangkep – Bupati Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi, M.Si, bersama Ny Nurlita Wulan Purnama, telah secara resmi melaksanakan pembukaan Pasar Takjil QRIS Kuliner Ramadhan 2026 pada hari Jumat (20/2/2026) pukul 16.00 Wita. Acara pembukaan yang berlangsung di halaman parkiran Stadion Andi Mappe, Kelurahan Padoang-Doangan, Kecamatan Pangkajene, diwarnai suasana yang meriah dan dihadiri oleh berbagai komponen strategis masyarakat daerah.
Dalam kesempatan tersebut, hadir berbagai tokoh dan perwakilan institusi, antara lain para Kepala Otonomi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pangkep, tokoh masyarakat yang mewakili berbagai komunitas, perwakilan kelompok pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, serta sejumlah warga yang menunjukkan respons positif dan antusiasme yang signifikan terhadap kehadiran inisiatif pasar kuliner Ramadhan yang mengintegrasikan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Dalam amanat pembukaannya, Bupati Pangkep mengemukakan bahwa konsep Pasar Takjil QRIS ini merupakan manifestasi kongkrit dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif dan UMKM, sekaligus menjadi instrumen strategis untuk mengakselerasi transformasi digital ekonomi lokal. "Pasar Takjil QRIS Kuliner Ramadhan 2026 tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadhan, namun juga berperan sebagai platform edukatif untuk memperkenalkan nilai tambah transaksi non-tunai yang aman, efisien, dan transparan," paparnya.
Acara ini menghadirkan ragam ragam kuliner takjil khas daerah dan variasi makanan umum yang disajikan oleh lebih dari puluhan pelaku UMKM lokal yang telah melalui proses seleksi dan pendataan. Setiap unit usaha telah dilengkapi dengan infrastruktur pembayaran digital berbasis QRIS, yang memfasilitasi transaksi tanpa menggunakan media uang tunai. Sebelum kegiatan berlangsung, pihak penyelenggara telah menyelenggarakan serangkaian pelatihan komprehensif kepada para pedagang, mencakup panduan teknis penggunaan berbagai aplikasi pembayaran yang terintegrasi dengan sistem QRIS, serta protokol penanganan kasus transaksi yang tidak berjalan optimal.
Dalam rangka memastikan kelancaran operasional dan ketertiban dalam seluruh rangkaian acara, Bhabinkamtibmas dari Polsek Pangkajene beserta jajarannya melaksanakan tugas pengamanan terbuka dan pemantauan berkelanjutan dengan pendekatan terpadu. Petugas yang ditempatkan di titik-titik strategis – mulai dari zona akses masuk, area konsentrasi pedagang, hingga kawasan parkir – tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan fisik, namun juga berperan sebagai fasilitator yang aktif dalam memenuhi kebutuhan operasional pengunjung dan pedagang, seperti memberikan navigasi lokasi serta membantu menyelesaikan permasalahan teknis dan administratif yang muncul secara mendadak.
Selain menjalankan mandat pengamanan, petugas Bhabinkamtibmas juga menyampaikan serangkaian imbauan terkait ketertiban, keamanan, dan ketentraman masyarakat (kamtibmas) kepada seluruh pihak yang terlibat. Pesan imbauan tersebut mencakup aspek pemeliharaan kebersihan dan ketertiban lingkungan sekitar lokasi kegiatan, pentingnya pengelolaan keamanan barang bawaan serta kendaraan dengan menerapkan prinsip pengawasan yang konstan, serta ketaatan terhadap seluruh peraturan dan protokol operasional yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara, termasuk standarisasi jam operasional dan tata ruang penataan area pedagang.
Kepala Panitia Penyelenggara, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Pangkep, menyampaikan apresiasi terhadap sinergi kolaboratif yang terwujud antara pemerintah daerah dan institusi kepolisian. "Dukungan yang komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi utama keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini. Kami berharap konsep Pasar Takjil QRIS dapat menjadi model replikasi bagi penyelenggaraan kegiatan ekonomi serupa di masa mendatang, yang tidak hanya mengutamakan aspek kenyamanan masyarakat namun juga memperhatikan dimensi kemajuan teknologi ekonomi daerah," ujarnya.
Selama pelaksanaan acara, suasana pasar menunjukkan dinamika yang ramai namun tetap terjaga kondusifitasnya melalui pengelolaan yang terstruktur. Sebagian besar pengunjung menyampaikan tanggapan positif terkait kehadiran pasar takjil berbasis sistem digital ini, menyoroti kemudahan transaksi yang ditawarkan oleh QRIS terutama dalam kondisi keramaian, serta keuntungan praktis dari tidak perlu membawa uang tunai atau melakukan proses penghitungan kembalian secara manual. Di sisi lain, sejumlah pedagang juga mengakui bahwa penerapan sistem QRIS berkontribusi pada peningkatan akurasi pencatatan transaksi dan efisiensi manajemen keuangan operasional usaha mereka.
Kegiatan resmi ditutup pada pukul 17.25 Wita dalam situasi yang aman, kondusif, dan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.(*)
( AL/RNN Com. )


