"Bupati, Launching Aplikasi Jurong,Tekankan Budaya Gotong Royong.Harus Di Bangkitkan.

Table of Contents

 



SEKADAU-KALBAR, RNN.COM.-- Bupati Sekadau Aron, SH melakukan launching aplikasi Jumat Gotong Royong (Jurong) bagi masyarakat kabupaten Sekadau.Tujuan diluncurkannya aplikasi Jurong tersebut adalah agar budaya gotong-royong sebagai budaya nenek moyang dulu digalakkan kembali,hal ini sejalan dengan instruksi presiden Prabowo Subianto.

"Aplikasi sudah disiapkan, harus ada tindakan nyata bukan hanya sebagai acara seremonial belaka," tegas Aron mengawali sambutannya ketika launching Aplikasi Jurong,Jumat (20/02/2026) di kompleks perkantoran bupati Sekadau.

Menurut dia, kebersihan memang sangat penting bagi kehidupan, karena dengan lingkungan yang bersih dan sehat kita bisa bekerja dengan baik,lagpula kebersihan adalah lambang dari iman.

Ia meminta kepada semua SKPD, Camat dan seluruh kepala desa, kadus, RT serta pihak sekolah untuk mengikuti program ini, aplikasi sudah siap, tingal alploud semua kegiatan gotong royong ke aplikasi tersebut, agar bisa terdeteksi.

"Untuk sekolah, kalau bisa diadakan secara bergiliran setiap kelas, tujuannya agar tidak menganggu proses belajar," ingatnya.

Ia berharap agar kegiatan launching ini tidak hanya sekedar kegiatan seremonial, tetapi harus bisa di laksanakan secara nyata mulai dari kita sendiri. Saat berdasarkan laporan dari bagian umum, sudah terdeteksi sekitar 3 ribuan yang sudah melaksanakan gotong royong yangvterbaca di aplikasi Jurong ini. Angka ını sangat menggembirakan,karena kesadaran kita akan kebersihan lingkungan kerja maupun lingkungan sekolah dan lingkungan kampung sudah mulai tumbuh kembali, dengan semangat gotong royong. Karena kebersihan lingkungan merupakan impian dari kita semua, maka dari itu ayo kita lakukan dengan penuh kesadaran. Bukan karena ada instruksi dari Presiden saja, tetapi menjaga lingkungan bersih sejatinya adalah tanggung jawab liat bersama.

Pada kesempatan itu Bupati juga mengatakan, agar batas komplek perkantoran Pemerintah harus ada batas jelas dengan pihak masyarakat yang memiliki lahan. Tujuannya, agar kedepannya tidak terjadi pergeseran batas secara sepihak. "Rencananya kita buat jalan keliling, dan batas dengan masyarakat ditanami pokok kelapa Sawit supaya tidak keliru," katanya.

Sementara itu Radius, SH Plt Asisten II dlama sambutannya mengatakan, bahwa sejatinya kegiatan Jumat bersih sudah lama kita lakukan dilingkungan Pemerintah Daerah, hanya saja waktu itu belum begitu masih, masih bolong-bolong. " Kadang Jumat ini kerja bakti lalu Jumat selanjutnya tidak lagi," katanya.

Namun, pada intinya Jumat bersih bagi para SKPD tidak merupakan hal baru, tetapi sudah sering dilakukan. Mungkin kalau di desa, karena ada juga desa yang tradisi ini sudah hilang, namun ada juga yang masih melaksanakannya.

"Mudah-mudahan dengan dorongan aplikasi ını,minat gotong royong untuk membersihkan lingkungan bisa dibangkitkan kembali," katanya.

Hadir pada acara tersebut, Sekadau Muhammad Isa, para kepala SKPD, Kabag serta para undangan lainnya,


(Apui)

Tak-berjudul81-20250220065525