Aroma Sampah di Jalan Jambu Pangkep Kembali Mengkhawatirkan Warga, DLH Komitmen Tindak Lanjut Penyelesaian

Table of Contents

 



Pangkep– Fenomena penumpukan sampah yang menghasilkan aroma pembusukan menyengat kembali menjadi fokus perhatian di kawasan Jalan Jambu, Kelurahan Mappasaile,Kecamatan Pangkajene, sepanjang tepi sungai Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan hidup masyarakat sekitar, namun juga menimbulkan kekhawatiran mendalam terkait dampak potensial terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan hidup di wilayah tersebut.

Sebagian besar warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi pembuangan sampah mengaku telah lama merasakan dampak negatif dari kondisi tersebut. Salah satu perwakilan warga menyampaikan bahwa intensitas aroma tak sedap yang berasal dari tumpukan sampah semakin meningkat, terutama pada musim kemarau atau saat kondisi cuaca panas yang mempercepat proses pembusukan. "Bau yang menyengat tidak hanya muncul pada waktu tertentu, melainkan seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari hingga membuat sebagian anggota keluarga mengalami gangguan pernapasan dan ketidaknyamanan lainnya," ungkapnya.

Dari sisi kesehatan masyarakat, paparan berkelanjutan terhadap aroma pembusukan sampah dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi saluran pernapasan, alergi, hingga potensi penularan penyakit yang ditularkan melalui udara atau vektor seperti lalat dan tikus yang sering muncul di sekitar tumpukan sampah. Kondisi ini juga berdampak pada kualitas lingkungan perairan sungai yang berpotensi terkontaminasi oleh limbah dari sampah yang tidak dikelola dengan baik.

Menyikapi keluhan yang diajukan masyarakat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangkep, Lukman Murtala, memberikan tanggapan yang penuh kesadaran akan pentingnya penyelesaian masalah ini. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan bagian integral dari upaya pembangunan berkelanjutan yang membutuhkan kolaborasi sinergis antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. "Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan," ucapnya secara tegas.

Lukman menjelaskan bahwa pihak DLH telah melakukan berbagai upaya preventif, antara lain dengan menyebarkan kontainer sampah berkapasitas memadai di setiap titik pemukiman masyarakat sebagai sarana pendauran sampah pada tahap awal. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi secara berkala terkait pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta cara pengelolaan sampah rumah tangga yang benar mulai dari pemilahan sampah di sumber.

Sebagai pejabat yang baru saja menjabat sebagai Kadis Lingkungan Hidup, Lukman Murtala menyampaikan bahwa ia tengah melakukan serangkaian langkah awal, termasuk melakukan silaturahmi dan koordinasi intensif dengan seluruh petugas serta unsur terkait di lingkungan DLH Pangkep. Tujuan dari langkah ini adalah untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan selama ini, serta mengidentifikasi segala bentuk kendala dan hambatan yang menjadi penyebab tidak optimalnya penanganan masalah sampah di wilayah tersebut.

"Kami akan melakukan tinjauan mendalam terhadap seluruh aspek pengelolaan sampah, mulai dari sistem pengumpulan, transportasi, hingga pembuangan akhir yang sesuai dengan standar kesehatan dan lingkungan. Insya Allah, dalam waktu dekat akan kami keluarkan kebijakan dan langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas, serta membangun kerjasama yang lebih erat dengan masyarakat dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman," pungkas Lukman Murtala dengan penuh komitmen.*


( Ahmad Latif )

Tak-berjudul81-20250220065525