Air Terjun Taklek Talang Mandur Berpotensi Jadi Destinasi Ekowisata Baru di Lubuklinggau
Lubuklinggau – Kota Lubuklinggau kembali menyimpan potensi wisata alam yang menjanjikan. Air Terjun Taklek Talang Mandur yang berada di Kelurahan Sumber Agung mulai dilirik sebagai destinasi wisata alami yang masih terjaga keasriannya dan berpotensi dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. (15/2/2026).
Air terjun ini berada di kawasan perbukitan yang masih termasuk dalam bentang alam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Letaknya yang berada di kawasan penyangga taman nasional membuat kondisi lingkungan sekitar relatif belum tersentuh pembangunan, sehingga keaslian alamnya tetap terjaga.
Secara geografis, kawasan ini dikelilingi sejumlah bukit yang menjadi ciri khas wilayah tersebut, seperti Bukit Kici di bagian barat, Bukit Marbau di selatan, Bukit Jong di timur, serta terhubung dengan Bukit Sulap yang dikenal sebagai salah satu ikon alam Kota Lubuklinggau.
Air Terjun Taklek Talang Mandur memiliki aliran air yang jernih karena bersumber langsung dari hulu hutan lindung. Vegetasi hutan hujan tropis yang lebat, udara yang sejuk, serta akses menuju lokasi yang masih berupa jalan setapak menjadikan kawasan ini cocok untuk aktivitas trekking, penelitian, hingga wisata petualangan berbasis alam.
Menurut keterangan warga setempat, air terjun ini sebelumnya hanya dikenal oleh masyarakat sekitar dan para pencari hasil hutan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, muncul inisiatif untuk memperkenalkannya sebagai destinasi wisata berbasis konservasi.
“Potensi ini harus dikelola secara bijak. Karena berada di kawasan penyangga TNKS, pengembangannya harus tetap mengutamakan kelestarian lingkungan,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Dengan pengelolaan yang tepat dan berbasis prinsip konservasi, Air Terjun Taklek Talang Mandur dinilai dapat menjadi alternatif destinasi wisata alam baru di Lubuklinggau. Selain menarik wisatawan, pengembangan kawasan ini juga diharapkan mampu mendorong edukasi lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem.
Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan kajian komprehensif terkait aksesibilitas, penataan jalur wisata, serta regulasi konservasi agar pengembangan destinasi ini tetap selaras dengan upaya pelestarian alam.
( Nasrullah).


