Tambang Ditertibkan, Pasar Tercekik: Pedagang Pohuwato Menjerit, Omzet Anjlok Drastis

Table of Contents

 


POHUWATO — Penertiban aktivitas pertambangan di Kabupaten Pohuwato kini memunculkan dampak lanjutan yang menghantam langsung sendi ekonomi rakyat kecil. Pasar rakyat yang sebelumnya ramai mendadak lengang, sementara para pedagang harus menelan pil pahit akibat merosotnya daya beli masyarakat.

Sejumlah pedagang mengeluhkan turunnya jumlah pembeli secara drastis sejak aktivitas tambang dihentikan. Omzet yang biasanya cukup untuk menopang kebutuhan harian kini anjlok tajam, bahkan nyaris tak menutup modal.

“Pengaruhnya besar sekali, Pak. Selama ini pembeli utama torang itu para penambang. Dorang yang biasa belanja banyak. Sekarang hampir tidak ada,” ujar seorang pedagang saat ditemui wartawan, Sabtu (17/01/2026).

Selama bertahun-tahun, roda ekonomi lokal Pohuwato tak bisa dipungkiri bergerak seiring perputaran uang dari sektor pertambangan. Ketika aktivitas tersebut dihentikan secara tiba-tiba, efek domino pun langsung terasa. Pedagang sembako, penjual makanan, hingga pelaku usaha kecil lainnya kehilangan pasar utama mereka.

Hal serupa diungkapkan pedagang ayam pedaging. Jika sebelumnya mampu memotong lebih dari seratus ekor ayam per hari, kini penjualannya merosot tajam.

“Biasanya sehari bisa potong sampai seratus ekor lebih. Sekarang belum sampai lima puluh. Memang sangat berpengaruh,” keluhnya.

Para pedagang pada dasarnya tidak menolak penertiban tambang. Mereka memahami pentingnya penegakan hukum dan perlindungan lingkungan. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak dibarengi dengan langkah antisipatif untuk menyelamatkan ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada aktivitas tambang.

Pantauan wartawan di Pasar Rakyat Pohuwato, Sabtu (17/01), menunjukkan suasana sepi. Lapak-lapak pedagang tampak lengang, berbeda jauh dengan kondisi sebelumnya saat aktivitas pertambangan masih berjalan dan pasar dipenuhi pembeli.

Ketiadaan skema transisi ekonomi, baik jangka pendek maupun jangka panjang, membuat penertiban tambang berpotensi menjadi pukulan ganda bagi rakyat kecil. Di satu sisi aktivitas dihentikan, di sisi lain masyarakat dibiarkan berjuang sendiri menghadapi dampak ekonomi yang kian menyesakkan. (rey)

Tak-berjudul81-20250220065525